Saat Didatangi Relawan, Kakek Miskin di Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

oleh
Ilustrasi Meninggal
42.1K pembaca

Sumenep, sketsindonews – Salah seorang kakek bernama Suki (85), warga Dusun Kotte, Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia oleh relawan yang hendak ingin memberikan bantuan, pada Jumat (1/1) kemarin.

Pasalnya, Sugiyanto bersama rombongan relawan, berniat untuk memberikan bantuan berupa sembako. Dengan kondisi rumah kakek yang memprihatinkan, semula mereka tidak curiga dengan keberadaan kakek Suki dalam kondisi tidur terbaring.

Namun kecurigaan tampak, setelah mereka memanggilnya secara berulang tanpa gerak dan direspons. Akibatnya bantuan sembako tersebut tidak jadi diberi dan dibawa pulang oleh relawan.

Gambar

Akan tetapi saat relawan hendak berbelok arah untuk pulang, ada seorang tetangga yang menanyakan mereka. Relawan menjawab bahwa bantuan tidak jadi diberi, karena tidak ada respons dari kakek Suki.

“Tetangga memberitahu bahwa sekitar lima hari yang lalu, kakek Suki memang mengeluh sakit. Tetangga sekitar bersama rombongan mendatangi, untuk memastikan apakah kakek Suki masih hidup atau tidak,” kata Sugiyanto dalam keterangannya, Minggu (3/1).

Sebab was-was, akhirnya relawan tersebut kembali ke rumah kakek Suki untuk mengecek kondisi rumah. Setelah membuka pintu rumah, si kakek ternyata memang sudah meninggal dunia.

Melihat dari kondisi jasadnya, sambung Sugiyanto, kemungkinan kakek Suki meninggal sekitar empat hari, namun baru ditemukan. Sebab tubuh almarhum waktu itu dikerumuni lalat.

“Kami dengan yang lain takut tidak berani masuk ke rumah kakek Suki. Setelah itu, dari hasil musyawarah dengan masyarakat sekitar, kami kemudian bergegas pulang,” ungkapnya.

Sugiyanto menyatakan, kakek Suki memang sudah selayaknya mendapatkan perhatian pemerintah. Apalagi ia tergolong warga tidak mampu. Nasib malang bertahun-tahun hidup seorang diri. Selain dirinya tak punya keturunan dan ditinggal meninggal sang istri, Kesehariannya kakek Suki hidup dari uluran tangan relawan dan tetangga.

“Bersyukur, relawan demi relawan datang kepadanya memberikan bantuan, mulai dari kaum pemuda, mahasiswa, komunitas, organisasi, dan donatur,” tuturnya.

Bagi dia, kakek Suki belum tersentuh program politik Bupati dan Wakil Bupati Sumenep “Nata Kota Bangun Desa” yang sudah hampir purna. Apalagi akses rumah kakek Suki cukup lumayan jauh dari jalan raya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Sumenep, Moh Zaini, mengetahui kondisi gubuk kakek Suki. Rencananya pemerintah memang akan memberikan bantuan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Meski demikian, kata dia, pemerintah tidak bisa kemudian melakukan pembangunan RTLH secara sepihak. Akan tetapi ada tahapan yang harus dilalui oleh masyarakat yang ingin mendapatkan program tersebut.

“Keluarga penerima manfaat (KPM) harus mengajukan ke Dinsos sebagai penerima program RTLH ini,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat sambungan selulernya.

Dia menerangkan, program tersebut sudah dinilai merata di setiap kecamatan. Secara regulasi, setiap kecamatan tidak dibatasi. Bagi pemohon yang dinyatakan lolos akan mendapatkan uang pembangunan sekitar Rp15 juta per unit rumah.

(nru/jkt)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap