Mengenal Lebih Dekat Sosok Kapolsek Kalideres

oleh
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kalideres, AKP Hasoloan Situmorang
26.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Berprofesi sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tentu tidak mudah untuk diraih. Butuh kerja keras, usaha, perjuangan dan tentunya diiringi dengan doa. Kendati demikian, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kalideres, AKP Hasoloan Situmorang mampu membuktikan semua itu.

Oland (biasa disapa), yang belum genap 2 bulan memimpin di Polsek Kalideres mengatakan dirinya memulai pengabdian kepada negara terhitung dari tahun 2010, dirinya mengaku memang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang polisi.

“Motivasi jadi anggota Korps Bhayangkara memang cita-cita saya sejak kecil, selanjutnya motivasi tersebut bertambah ketika sudah berdinas yaitu dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, termasuk pengabdian kepada keluarga” ungkap Oland kepada Sketsindonews di Jakarta (10/8/21).

Gambar

bagi saya, Oland bilang, inspirator di Kepolisian yaitu para pemimpin Polri yang telah menjabat maupun yang sedang menjabat sekarang, karena ada karakteristik masing-masing yang bisa diambil sebagai acuan untuk bertugas sebagai anggota Polri.

Ia pernah ditugaskan di beberapa satuan, mulai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, Reserse Kriminal (Reskrim), hingga Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba).

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2010/Rinaksa Sakala Mandala menyebut setiap satuan mempunyai tingkat kesulitan tersendiri.

“Jadi kalau diukur saya kira masing-masing ada tingkat kesulitan tersendiri. Tidak bisa dikatakan tingkat kesulitan bertugas di Sat Reskrim lebih berat atau di Satres Narkoba lebih berat, masing-masing ada tingkat kesulitan tersendiri” ucapnya.

Sebelum menjadi Kapolsek Kalideres, Oland menjabat sebagai Kanit II Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, dalam kurun waktu 4 bulan dirinya mampu mengungkap beberapa kasus besar diantaranya menangkap bandar narkotika sabu di Palembang, Sumatera Selatan yang merupakan jaringan narkoba lintas negara Malaysia-Indonesia. Selain itu, pengungkapan ladang ganja seluas 12 hektare di Mandailing Natal, Sumatera Utara yang merupakan hasil pengembangan penangkapan pemesan ganja 120 kilogram di Depok.

“Jadi saya pribadi tidak merasa spesial dan istimewa, yang spesial dan istimewa itu adalah komandan-komandan saya serta anggota yang gigih dalam melaksanakan tugas” ucapnya.

Ia juga mengatakan, sebagai manusia biasa bisa juga merasa lelah, tapi baginya, merupakan adalah tanda-tanda kehidupan.

“lelah adalah tanda-tanda kehidupan, dengan kita merasa lelah berarti kita masih hidup, kemudian untuk menyerah saya kira tidak ya, karena kita sebagai insan Polri dalam situasi apapun harus tetap komitmen melaksanakan tugas dalam rangka perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat” pungkasnya. (Fanal Sagala)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap