1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Kisah Haru Ibu 5 Anak di Bogor, PKH Jadi Penyelamat Dapur Keluarga Saat Ramadan

Siti Sumiati (38), warga Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menunjukkan aktivitasnya di rumah bersama anak-anaknya. Ia mengaku bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama menjelang Ramadan. (Sumber: kemensos.go.id)
16.3K pembaca

Program Keluarga Harapan (PKH) kembali dirasakan manfaatnya oleh keluarga prasejahtera di Indonesia. Bagi Siti Sumiati (38), warga Kampung Cikupa, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, bantuan sosial tersebut menjadi penopang penting bagi keluarganya, terutama menjelang bulan Ramadan.

Siti yang telah menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sejak Mei 2018 mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Alhamdulillah sejak dapat PKH saya terbantu sekali. Kalau suami lagi tidak ada kerjaan, bantuan itu bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan sekolah anak-anak,” kata Siti.

Gambar

Suami Buruh Serabutan, Penghasilan Tak Menentu

Siti tinggal bersama suami yang bekerja sebagai buruh serabutan serta lima anak yang masih membutuhkan biaya pendidikan. Anak-anaknya masih dalam berbagai jenjang usia, mulai dari bayi yang baru lahir hingga anak pertama yang kini duduk di bangku SMA.

Penghasilan suaminya tidak menentu. Ketika ada pekerjaan, ia biasanya bekerja sebagai buruh bangunan atau membantu pekerjaan di sawah dengan penghasilan sekitar Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per hari.

Dalam kondisi tersebut, bantuan PKH menjadi pegangan utama keluarga, terutama ketika suami tidak mendapatkan pekerjaan.

Bantuan Digunakan untuk Kebutuhan Dapur dan Sekolah

Setiap kali bantuan PKH cair setiap tiga bulan, Siti berusaha mengelola dana tersebut sehemat mungkin. Prioritas utama adalah kebutuhan pangan dan biaya pendidikan anak-anak.

Biasanya sebagian bantuan digunakan untuk melunasi utang bahan makanan di warung, sedangkan sisanya dipakai membeli beras dan kebutuhan dapur lainnya.

“Biasanya bayar utang di warung dulu, baru sisanya beli beras sama kebutuhan dapur. Jadi sangat membantu,” ujarnya.

Bantuan PKH Bantu Keluarga Sambut Ramadan

Menjelang bulan Ramadan, kebutuhan keluarga biasanya meningkat. Namun bantuan PKH yang disalurkan sebelum bulan puasa membuat Siti merasa lebih tenang karena ada pegangan untuk memenuhi kebutuhan makan saat sahur dan berbuka.

“Kalau lagi tidak ada kerjaan, bantuan itu bisa dipakai dulu buat makan sehari-hari. Jadi ada yang ditunggu untuk kebutuhan keluarga,” tutur Siti.

Harapan Anak Bisa Sekolah Tinggi

Selain kebutuhan pangan, bantuan PKH juga digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anaknya. Siti menyisihkan sebagian dana untuk membayar kebutuhan sekolah, membeli sepatu, alat tulis, serta perlengkapan belajar lainnya.

Ia bahkan mengaku kemungkinan besar anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah hingga SMA jika tidak ada bantuan tersebut.

“Kalau tidak ada PKH mungkin anak saya hanya sampai SMP. Tapi karena ada bantuan ini, saya usahakan mereka tetap sekolah,” katanya.

Harapan Siti sederhana, yakni anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang lebih baik di masa depan.

“Pengennya anak-anak punya pekerjaan nanti. Minimal lulus sekolah bisa kerja, supaya hidupnya lebih baik,” ujarnya.

Jutaan Keluarga Terima Bantuan PKH

Secara nasional, pemerintah terus menyalurkan bantuan PKH kepada keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Pada pencairan PKH tahap pertama tahun 2026, bantuan telah disalurkan kepada 9.351.607 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 38 provinsi dengan total nilai Rp6,99 triliun, berdasarkan pembaruan data hingga termin 5 per 24 Februari 2026.

Bagi Siti, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam program pemerintah, tetapi menjadi penopang nyata bagi keluarganya untuk bertahan di tengah keterbatasan.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah, kepada bapak presiden dan juga para pendamping. Bantuan ini sangat membantu kami untuk meringankan beban keluarga,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap