Perhutani Dukung Penanganan Lahan Kritis melalui Rakor Satgas Citarum Harum

oleh
Rapat koordinasi penanganan lahan kritis DAS Citarum Harum di Bandung Utara yang dihadiri Perhutani, Satgas Citarum Harum, TNI, Polri, serta instansi terkait guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.
13.4K pembaca

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Lahan Kritis oleh Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum yang dilaksanakan di Ruang Rapat Posko Satgas PPK DAS Citarum, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/04).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan lahan kritis di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Rapat membahas mekanisme koordinasi antarinstansi, penyusunan serta penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga penegasan tindak lanjut teknis di lapangan guna mendukung efektivitas pengawasan dan penanganan.

Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh pelaksanaan rapat koordinasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan kawasan hutan, khususnya dalam penanganan lahan kritis di wilayah DAS.

Gambar

“Melalui rakor ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan langkah terpadu antar pemangku kepentingan, sehingga penanganan lahan kritis dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Administratur KPH Bandung Selatan, Kepala Harian Satgas Citarum Harum Letjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Tamin, Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, para Komandan Sektor Citarum Harum, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam arahannya, Komandan Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, menegaskan bahwa penanganan lahan kritis di wilayah DAS Citarum dilaksanakan melalui koordinasi terpadu antarinstansi guna menjamin efektivitas pengawasan dan penegakan di lapangan. Sinergi melibatkan TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, dinas terkait, serta instansi lainnya dalam satu forum koordinasi.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut didukung oleh sistem komunikasi dan pelaporan yang terintegrasi untuk mempercepat pertukaran informasi dan pengambilan keputusan. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan pengendalian lahan kritis di DAS Citarum dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga pelaksanaan penanganan lahan kritis di lapangan dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan, serta mampu menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah DAS Citarum secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap