KAMMI Jabar Soroti Ketimpangan dan Pengangguran dalam Diskusi Pembangunan Jawa Barat

oleh
Perwakilan Bappeda Jawa Barat, akademisi, dan KAMMI Jawa Barat saat mengikuti diskusi “Jawa Barat Development Outlook” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 28 tahun Reformasi di Bandung.
11.2K pembaca

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Barat bersama Digdaya Indonesia dan Riset Resilien Nusantara menggelar diskusi strategis bertajuk “Jawa Barat Development Outlook: Menyelaraskan Grand Design Nasional, Daerah, dan Aspirasi Publik” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 28 tahun Reformasi.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan elemen kepemudaan untuk membahas arah pembangunan Jawa Barat menuju Indonesia Emas 2045.

Forum tersebut menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Ryan, akademisi sekaligus Tim Ahli Riset Resilien Nusantara Delpiero Hegelian, serta Ketua Umum KAMMI Jawa Barat, Aam Izus Salam.

Gambar

Dalam pemaparannya, pihak Bappeda Jawa Barat menyampaikan sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah, mulai dari tingginya angka pengangguran akibat ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri, ketimpangan pembangunan wilayah utara dan selatan, persoalan kemiskinan, hingga ancaman krisis lingkungan dan urbanisasi.

Meski demikian, Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, investasi produktif, dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Delpiero Hegelian menilai Jawa Barat merupakan gambaran dinamika pembangunan nasional yang masih menghadapi berbagai paradoks.

“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan proyek fisik semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan keadilan, kualitas hidup yang lebih baik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ketua Umum KAMMI Jawa Barat, Aam Izus Salam, mengatakan momentum Reformasi harus dimaknai sebagai penguatan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan keterlibatan masyarakat yang berbasis riset dan kajian ilmiah. Karena itu, KAMMI Jawa Barat bersama akademisi dan peneliti berupaya menyusun policy brief yang nantinya akan disampaikan kepada Bappeda Jawa Barat sebagai bahan masukan dalam penyusunan arah pembangunan daerah.

Diskusi tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis yang mendorong pembangunan Jawa Barat lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap