FOLK Bukukan Laba Neto Rp14,82 Miliar pada Kuartal I 2026, Berbalik dari Rugi

oleh
Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), Danny Sutradewa, menyampaikan paparan kinerja perusahaan pada Kuartal I 2026 di Jakarta. FOLK berhasil mencatat laba neto positif sebesar Rp14,82 miliar, menjadi laba bersih pertama sejak melantai di Bursa Efek Indonesia.
12.1K pembaca

PT Multi Garam Utama Tbk (IDX: FOLK) mencatatkan tonggak penting dalam kinerja perusahaan dengan membukukan laba neto sebesar Rp14,82 miliar pada Kuartal I 2026. Capaian ini menjadi laba bersih pertama sejak perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hasil tersebut membalikkan posisi rugi neto sebesar Rp2,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan, perseroan mencatat perbaikan kinerja sebesar Rp17,71 miliar.

Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk, Danny Sutradewa, menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi konsolidasi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif.

Gambar

“Kuartal I 2026 menjadi titik infleksi bagi FOLK. Laba neto positif yang kami catatkan merupakan konfirmasi awal bahwa strategi konsolidasi dan efisiensi operasional berjalan efektif. Dengan struktur permodalan yang lebih kuat, kami siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Danny dalam Paparan Publik Kuartal I 2026, Kamis (11/6/2026).

Fundamental Keuangan Menguat

Hingga 31 Maret 2026, total aset FOLK meningkat 93,57 persen secara kuartalan menjadi Rp147,50 miliar. Sementara itu, total ekuitas melonjak 108,42 persen menjadi Rp137,80 miliar.

Penguatan modal tersebut didorong keberhasilan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang menghasilkan tambahan agio saham sebesar Rp53,99 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas tetap terjaga pada level Rp9,71 miliar dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) hanya 0,07 kali dan Current Ratio sebesar 8,65 kali. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki utang bank dan seluruh kewajiban bersifat operasional.

Efisiensi dan Pemanfaatan AI

Keberhasilan FOLK juga didukung program efisiensi yang telah dijalankan sejak 2024. Pada tahun buku 2025, beban operasional berhasil ditekan hingga 22,4 persen secara tahunan.

Sebagai bagian dari transformasi bisnis, FOLK mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) Agent dalam berbagai fungsi strategis, mulai dari riset investasi, pemantauan portofolio, kepatuhan regulasi, intelijen pasar modal, hingga otomatisasi pelaporan internal.

Langkah tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan model bisnis holding yang lebih efisien dengan pengambilan keputusan berbasis data.

Fokus ke Infrastruktur dan Kesehatan

FOLK kini bertransformasi menjadi platform investasi multi-sektor dengan memperluas portofolio ke sejumlah sektor strategis, terutama infrastruktur dan layanan kesehatan.

Di sektor infrastruktur, perseroan memiliki eksposur melalui Traya Group yang bergerak dalam pengolahan air bersih dan air limbah. Perusahaan tersebut memproduksi teknologi Membrane Bioreactor dan Ultrafiltration yang telah mengantongi sertifikasi SNI dan TKDN.

Sementara di sektor kesehatan, FOLK memperkuat investasinya melalui PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (IDX: DGNS), bagian dari Bundamedik Healthcare System (BMHS).

Saat ini DGNS memiliki lebih dari 41 jaringan laboratorium dan mitra layanan kesehatan dengan lebih dari 2.400 jenis pemeriksaan serta melayani lebih dari 70 ribu pelanggan setiap bulan.

Perseroan menilai sektor kesehatan memiliki prospek jangka panjang yang kuat, seiring proyeksi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang diperkirakan mencapai 21,1 persen pada tahun 2050.

Strategi Investasi Berkelanjutan

Dalam mengelola portofolio investasi, FOLK menerapkan lima prinsip utama, yakni ukuran pasar yang besar (large market size), hambatan masuk yang kuat (formidable barriers to entry), potensi pertumbuhan tinggi (high growth potential), kualitas manajemen yang unggul (exceptional management), serta valuasi yang menarik (attractive valuation).

Melalui strategi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.

“Kami akan tetap menjalankan pendekatan investasi yang disiplin, selektif, dan terukur dengan fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia,” tutup Danny.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap