Ketum BARA JP: Jangan Terprovokasi Isu Dasco, BARA JP Tetap Bersama Jokowi dan Prabowo

oleh
Ketua Umum BARA JP Willem Frans Ansanay saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta terkait sikap organisasi terhadap isu yang berkembang mengenai Sufmi Dasco Ahmad dan absennya Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
20K pembaca

Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP), Willem Frans Ansanay, angkat bicara terkait polemik yang menyeret nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad serta isu absennya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026.

Willem menegaskan masyarakat tidak seharusnya terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, setelah kembali dari kunjungan ke Chongqing, Tiongkok, ia menerima banyak pertanyaan dari pengurus dan kader BARA JP di berbagai daerah terkait isu yang berkembang di ruang publik.

“Mayoritas kader hanya meminta kejelasan dan klarifikasi. Mereka tidak langsung menyalahkan pihak tertentu. Ini menunjukkan masyarakat masih menginginkan informasi yang objektif dan berimbang,” ujar Willem, Minggu (14/6/2026).

Minta Publik Waspadai Manipulasi Informasi

Willem menilai tidak menutup kemungkinan terdapat pihak-pihak yang sengaja membangun narasi untuk memunculkan kesan adanya keretakan hubungan antara Jokowi, Presiden Prabowo Subianto, dan Sufmi Dasco Ahmad.

Ia menegaskan bahwa Dasco merupakan salah satu tokoh penting di Partai Gerindra yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo.

Karena itu, berbagai informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara kritis dan tidak langsung dipercaya tanpa verifikasi.

“Di era digital dan kecerdasan buatan saat ini, informasi bisa dipotong, diedit, bahkan direkayasa sehingga tampak meyakinkan. Masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi,” katanya.

Hubungan Jokowi dan Prabowo Dinilai Tetap Solid

Willem juga membantah anggapan bahwa polemik tersebut dapat mengganggu hubungan Jokowi dan Prabowo.

Menurutnya, hubungan kedua tokoh nasional itu telah terbangun melalui perjalanan politik yang panjang dan memiliki fondasi yang kuat.

Ia mengingatkan bahwa dukungan Jokowi kepada Prabowo pada Pilpres 2024 menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika politik nasional saat ini.

“Jika hanya karena isu yang viral lalu disimpulkan hubungan Jokowi dan Prabowo renggang, menurut saya itu terlalu jauh. Pak Prabowo adalah sosok yang rasional dan mampu melihat persoalan secara objektif,” tegasnya.

Soal Absennya Jokowi di Hari Lahir Pancasila

Terkait ketidakhadiran Jokowi dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Willem meminta masyarakat tidak berspekulasi berlebihan.

Ia mengacu pada penjelasan pihak Jokowi yang menyebut undangan acara tersebut tidak diterima.

Menurutnya, kemungkinan adanya kendala administratif dalam proses distribusi undangan tidak perlu langsung dikaitkan dengan konflik politik.

“Bisa saja terjadi persoalan administratif. Tidak semua hal harus ditarik ke ranah politik,” ujarnya.

Willem juga menolak anggapan yang menghubungkan absennya Jokowi dengan kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara tersebut.

Menurutnya, banyak tokoh nasional yang tidak hadir karena agenda masing-masing sehingga tidak tepat jika ketidakhadiran seseorang selalu dikaitkan dengan ketegangan politik.

Tokoh Bangsa Harus Menjadi Simbol Persatuan

Lebih lanjut, Willem menilai hubungan baik antara Jokowi, Prabowo, Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan modal penting dalam menjaga persatuan nasional.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang berpotensi membenturkan para tokoh bangsa tersebut.

“Kedekatan para pemimpin bangsa harus menjadi contoh bahwa perbedaan politik tidak harus berujung pada perpecahan. Indonesia membutuhkan persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” katanya.

BARA JP Tegaskan Dukungan kepada Pemerintah

Menutup pernyataannya, Willem memastikan BARA JP tetap berada dalam garis dukungan yang sama dengan sikap yang selama ini ditunjukkan Jokowi.

Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh kader BARA JP untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan fokus mendukung stabilitas nasional.

“Kami belajar dari Pak Jokowi. Sikap kami jelas, tetap tenang, mengamati situasi, dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Hari ini posisi BARA JP tetap bersama Pak Jokowi dan bersama pemerintahan Prabowo-Gibran,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap