Elpala SMA 68 Jakarta Gelar Ekspedisi Halimun-Cicatih untuk Produksi Film Dokumenter

oleh
Tim Rumah Elpala bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta memulai Ekspedisi Halimun-Cicatih di Sukabumi untuk memproduksi film dokumenter bertema konservasi, petualangan, dan regenerasi pencinta alam.
13.2K pembaca

Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala menggelar Ekspedisi Halimun-Cicatih untuk memproduksi film dokumenter yang mengangkat semangat petualangan, konservasi, dan regenerasi. Ekspedisi berlangsung pada 4–11 Juli 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga Sungai Cicatih, Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Rumah Elpala dengan Balai TNGHS, Kementerian Kehutanan, dan organisasi pencinta alam WANADRI. Program tersebut bertujuan mendokumentasikan keindahan alam sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan konservasi.

Selama delapan hari, peserta akan menjelajahi hutan hujan tropis, melakukan pendakian, rappelling di air terjun, serta mengarungi Sungai Cicatih hingga Pelabuhan Ratu. Seluruh aktivitas direkam sebagai bagian dari produksi film dokumenter yang menonjolkan nilai konservasi, pendidikan karakter, kepemimpinan, dan solidaritas.

Rumah Elpala menegaskan bahwa ekspedisi ini bukan sekadar kegiatan petualangan. Film dokumenter yang dihasilkan diharapkan menjadi media edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga hutan dan sungai sebagai penyangga kehidupan masyarakat serta membentuk karakter melalui pengalaman di alam bebas.

Perjalanan dimulai dari pembangunan base camp di Cimelati, kemudian tim memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak menuju Pos 5. Selanjutnya peserta melintasi kawasan hutan primer hingga Leuwi Lalay sebelum memulai pengarungan Sungai Cicatih bersama tim WANADRI menuju Pelabuhan Ratu sebagai titik akhir pengambilan gambar.

Ekspedisi diperkuat tim inti yang terdiri atas Muhammad Nabil, Galuh Parto Legawa, Tiffany Sheena, dan Muhamad Sabil. Mereka didukung tim lapangan yang bertugas memastikan kelancaran kegiatan di setiap etape perjalanan.

Operasional di base camp dikelola oleh Raihana Hayatunufus, Syahira Putria Adantie, dan Akmal Kurniawan yang bertanggung jawab terhadap logistik, komunikasi, serta koordinasi selama ekspedisi berlangsung.

Sementara itu, sejumlah alumni Rumah Elpala turut memberikan dukungan sebagai tim pendamping. Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi bukti kuatnya semangat regenerasi dalam organisasi pencinta alam.

Melalui film dokumenter ini, Rumah Elpala berharap dapat menghadirkan kisah tentang kecintaan terhadap alam Indonesia sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan sungai sebagai warisan bagi generasi mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap