Wali Kota Jakpus Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Tramadol di Tanah Abang

oleh
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin berfoto bersama jajaran aparat penegak hukum, BPOM, BINDA, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat usai rapat koordinasi lintas sektor untuk memperkuat upaya pemberantasan peredaran tramadol dan penyalahgunaan obat keras di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).
11.9K pembaca

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat memperkuat sinergi lintas sektor untuk memberantas peredaran obat keras tertentu, khususnya tramadol, di kawasan Tanah Abang. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Rapat dihadiri unsur Polres Metro Jakarta Pusat, Kejaksaan, Badan Narkotika, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Arifin mengatakan, seluruh pihak berkomitmen memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat-obatan yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas tanpa resep dokter.

“Hari ini kami menggelar koordinasi lintas sektor bersama aparat penegak hukum, instansi terkait, dan tokoh masyarakat untuk membahas penanganan peredaran obat-obatan terlarang, salah satunya tramadol. Ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada keamanan dan kesehatan masyarakat,” ujar Arifin.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat akan menggelar deklarasi bersama yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Deklarasi tersebut bertujuan menegaskan komitmen menjadikan Tanah Abang sebagai kawasan yang bebas dari peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, dan penyalahgunaan obat keras tertentu.

Selain langkah penegakan hukum, Pemkot Jakarta Pusat juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi akan dilakukan di sekolah, lingkungan permukiman, hingga rumah ibadah dengan melibatkan Dewan Masjid untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan obat-obatan.

Arifin mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat. Dengan kepedulian bersama, kita berharap peredaran obat-obatan terlarang dapat ditekan secara maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, aparat kepolisian bersama seluruh unsur lintas sektor akan terus melakukan pemetaan, pertukaran informasi, serta langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran obat-obatan ilegal di wilayah Tanah Abang.

Menurutnya, keberhasilan pemberantasan peredaran obat-obatan ilegal tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun obat keras tertentu.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap