Buku The Wealth You Can’t Lose Ajak Profesional Bangun Kekayaan Relasional di Era AI

oleh
Agung Setiyo Wibowo memperkenalkan buku The Wealth You Can't Lose dalam acara peluncuran di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta. Buku ini mengangkat pentingnya membangun kekayaan relasional sebagai modal menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
10.6K pembaca

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital yang mengubah dunia kerja, hubungan antarmanusia dinilai menjadi aset yang semakin bernilai. Berangkat dari kondisi tersebut, praktisi komunikasi sekaligus Personal Branding Consultant Agung Setiyo Wibowo meluncurkan buku terbarunya berjudul The Wealth You Can’t Lose: Seni Membangun Kekayaan Sejati di Dunia yang Semakin Terhubung, yang diterbitkan oleh M&C Gramedia.

Buku ini mengangkat konsep relational wealth atau kekayaan relasional sebagai salah satu modal utama dalam membangun karier dan kehidupan profesional. Menurut Agung, kemampuan teknis memang dapat membuka peluang, tetapi hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan menjadi faktor yang menjaga keberlanjutan kesempatan.

“Banyak orang masih memandang networking sebagai aktivitas penuh basa-basi atau sekadar menambah daftar kontak. Padahal, relasi yang dibangun secara tulus merupakan bentuk kekayaan yang mampu bertahan bahkan ketika kondisi ekonomi berubah,” ujar Agung.

Melalui buku tersebut, Agung ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap networking. Ia menegaskan bahwa membangun relasi bukan berarti harus menjadi pribadi yang ekstrover atau pandai berbicara, melainkan memiliki kemampuan untuk memberi nilai kepada orang lain secara konsisten.

Berbekal pengalaman lebih dari 14 tahun di bidang komunikasi, konsultasi manajemen, dan pengembangan sumber daya manusia, Agung melihat banyak profesional berbakat yang belum mampu mencapai potensi terbaik karena minim jejaring yang mendukung. Sebaliknya, banyak individu berkembang lebih cepat berkat hubungan profesional yang kuat dan berkualitas.

Dalam buku setebal 145 halaman ini, pembaca diajak memahami bahwa networking merupakan keterampilan yang dapat dipelajari siapa saja, termasuk mereka yang berkepribadian introver.

Selain menyajikan teori, buku ini juga dilengkapi kisah nyata, hasil riset ilmiah, latihan praktis, serta berbagai kerangka kerja yang dapat langsung diterapkan. Salah satunya adalah konsep “5-50-100”, sebuah metode sederhana untuk memetakan sekaligus merawat hubungan profesional secara berkelanjutan.

Berbeda dengan banyak buku bertema networking yang berfokus pada cara memperluas jaringan, The Wealth You Can’t Lose lebih menekankan pentingnya membangun hubungan yang autentik dan saling memberi manfaat.

“Kalau peluang saya ibaratkan kupu-kupu, banyak orang sibuk mengejarnya hingga justru terbang menjauh. Namun ketika kita membangun taman bunga yang indah melalui kebiasaan memberi nilai kepada orang lain, kupu-kupu itu akan datang dengan sendirinya,” kata Agung.

Peluncuran buku ini digelar di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta, pada 1 Agustus 2026 dalam format talkshow interaktif. Acara tersebut dihadiri puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan diakhiri dengan sesi penandatanganan buku oleh penulis.

Buku The Wealth You Can’t Lose ditujukan bagi para profesional, manajer, pengusaha, konsultan, mahasiswa tingkat akhir, hingga masyarakat umum yang ingin membangun modal sosial sebagai fondasi pertumbuhan karier dan kehidupan jangka panjang. Dengan pendekatan yang ringan dan aplikatif, buku ini menawarkan perspektif bahwa kekayaan terbesar tidak selalu berupa materi, melainkan hubungan yang mampu membuka berbagai peluang baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap