Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan layanan perpajakan tetap berjalan setelah kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (9/8/2026).
Rano mengatakan sistem pencadangan digital membuat data perpajakan DKI Jakarta tetap terlindungi. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus berlangsung meskipun sebagian aktivitas perkantoran terdampak kebakaran.
“Layanan perpajakan tetap berjalan karena data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital,” ujar Rano.
Untuk memastikan kondisi gedung tetap aman, Pemprov DKI juga masih menyiagakan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan 10 personel di lokasi.
Sekitar 1.000 ASN Bekerja dari Lokasi Alternatif
Kebakaran berdampak terhadap aktivitas sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari sejumlah instansi, antara lain Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah, dan Bank Jakarta.
Untuk sementara, para pegawai tersebut bekerja secara bergantian melalui skema bekerja dari rumah (WFH) maupun dari kantor pemerintahan lainnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah pemulihan terhadap layanan pengendalian lalu lintas. Ruang pengendalian Dinas Perhubungan (Dishub) di lantai 16 ikut terdampak kebakaran.
Dashboard CCTV dan Command Center Dishub akan dipindahkan ke Pusat Data dan Informasi di kawasan MT Haryono untuk menjaga keberlangsungan fungsi pengawasan lalu lintas.
Selama proses pemulihan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual. Petugas Dishub akan ditempatkan di sejumlah persimpangan prioritas yang berpotensi mengalami kepadatan.
“Keselamatan penghuni gedung menjadi prioritas utama. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Rano.
Satu Orang Dievakuasi
Satu orang yang sempat berada di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.
Laporan kebakaran diterima pada pukul 21.30 WIB. Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta tiba sekitar 10 menit kemudian dan langsung melakukan proses pemadaman.
Sebanyak 37 unit mobil pemadam dengan 185 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Api sempat kembali muncul di lantai 8 sekitar pukul 09.50 WIB setelah sebelumnya berhasil dilokalisasi pada sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas kembali melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 10 menit.
Seluruh operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 12.05 WIB.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Rano mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16.
Garis polisi telah dipasang di lokasi. Penyelidikan selanjutnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujar Rano.
Pemprov DKI Jakarta memastikan penanganan pascakebakaran dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pegawai dan masyarakat serta menjaga agar layanan publik, khususnya perpajakan dan transportasi, tetap dapat berjalan.
Catatan: Informasi ini dikutip dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (9/8/2026).










