30 Pelaku UP2K Jakarta Timur Ikuti Kurasi Produk Tingkat DKI

oleh
Pelaku UP2K Jakarta Timur mengikuti kurasi produk tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
9.5K pembaca

Sebanyak 30 pelaku usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dari 10 kecamatan di Jakarta Timur mengikuti kurasi produk tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Kegiatan bertema “UP2K Naik Kelas, Kreatif, Inspiratif dan Berkelanjutan” tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, di Aula Dukuh Condet, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026).

Dalam sambutannya, Fauzi menekankan pentingnya pelaku UP2K menjaga kualitas produk, baik dari sisi rasa maupun fungsi. Khusus produk kuliner, aspek kebersihan, kesehatan, dan kandungan gizi juga harus menjadi perhatian.

“Yang paling penting adalah rasa dan fungsi dari setiap produk yang dibuat. Produk juga harus bersih, sehat dan bergizi, sehingga dapat dikonsumsi dengan baik mulai dari balita sampai lansia,” ujar Fauzi.

Kualitas dan Kemasan Jadi Perhatian

Fauzi juga mengingatkan pelaku usaha agar memperhatikan tampilan kemasan. Menurutnya, kemasan yang menarik dan informatif dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus membantu konsumen memperoleh informasi yang jelas.

Selain kemasan, legalitas produk menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Pemenuhan berbagai persyaratan, termasuk ketentuan kehalalan produk, dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing usaha.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, mengatakan 30 peserta kurasi merupakan perwakilan dari 10 kecamatan.

Produk yang dibawa peserta cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman hingga produk kerajinan atau craft.

“Semoga melalui kurasi ini, produk-produk UP2K Jakarta Timur semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Essie.

Dorong Produk UP2K Naik Kelas

Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga PKK Provinsi DKI Jakarta, Dwi Marjoko, menjelaskan bahwa kurasi dilakukan untuk melihat kualitas, kelayakan, serta daya saing produk yang dihasilkan pelaku UP2K.

Menurut Dwi, kegiatan tersebut tidak sebatas penilaian. Kurasi juga menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk mengetahui berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dan meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, pelaku UP2K Jakarta Timur diharapkan semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk. Penguatan kualitas dan daya saing usaha juga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap