Komunitas70 Dorong Usia 50+ Tetap Produktif Lewat Gerakan Bestie Bantu Bestie

oleh
Anggota Komunitas70 mengikuti kopdar perdana di Cibinong, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari gerakan Bestie Bantu Bestie bagi masyarakat usia 50+.
7K pembaca

Memasuki usia 50 tahun ke atas bukan berarti harus berhenti berkarya. Pengalaman, keahlian, jaringan, dan semangat yang telah dibangun selama puluhan tahun justru dapat menjadi modal untuk tetap produktif dan menciptakan peluang baru.

Semangat tersebut diusung Komunitas70 melalui gerakan “Bestie Bantu Bestie”. Komunitas ini menggelar kopdar perdana di Resto Indosteak Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (10/9/2026).

Sekitar 30 peserta mengikuti pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut. Jumlah peserta dibatasi menyesuaikan kapasitas tempat, tetapi antusiasme anggota untuk bertemu langsung cukup tinggi.

Kopdar menjadi ruang bagi anggota untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, menemukan kesamaan minat, serta membuka peluang kolaborasi, termasuk di bidang usaha dan pekerjaan.

Founder Komunitas70, Tante Bestie Putri Muda, mengatakan komunitas tersebut dibangun dari keyakinan bahwa masyarakat berusia 50+ masih memiliki potensi besar untuk terus berkarya.

“Saya percaya usia 50+ bukan akhir dari cerita. Justru kita sudah punya pengalaman, kemampuan, jaringan, dan banyak hal yang bisa dibagikan. Tinggal bagaimana kita menemukan lingkungan yang tepat untuk kembali berkarya, berkolaborasi, dan saling menguatkan,” ujar Tante Bestie.

Bukan Sekadar Grup Percakapan

Menurut Tante Bestie, Komunitas70 tidak ingin hanya menjadi ruang percakapan di dunia digital. Komunitas tersebut diarahkan menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan anggota berdasarkan kebutuhan, kemampuan, pengalaman, dan peluang.

“Awalnya mungkin kita hanya ingin punya teman ngopi, teman jalan, atau teman ngobrol. Tetapi dari pertemanan itu bisa lahir banyak hal: peluang usaha, kolaborasi, pekerjaan, kegiatan sosial, bahkan persahabatan yang saling menguatkan,” katanya.

Aktivitas Komunitas70 mencakup pertemanan dan kegiatan sehobi, kuliner, traveling, umrah bersama, peluang kerja dan freelance, jual beli produk sesama anggota, pembelajaran AI dan teknologi digital, properti, pertanian, kegiatan sosial dan keagamaan, hingga kolaborasi usaha.

Program Bestie Temenin

Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Bestie Temenin. Program ini mempertemukan anggota yang membutuhkan pendamping dengan anggota lain yang memiliki waktu, kemampuan, dan kemauan untuk membantu.

Pendampingan dapat berupa menemani ke rumah sakit, berbelanja, bepergian, menjalankan aktivitas tertentu, atau mempertemukan anggota berdasarkan kesamaan hobi dan minat.

Konsep tersebut dirangkum dalam tiga prinsip:

Yang butuh Bestie, kita temukan.

Yang punya keahlian, kita berdayakan.

Yang punya usaha, kita kolaborasikan.

Kopdar Berlanjut ke Jakarta

Antusiasme pada kopdar perdana di Cibinong mendorong Komunitas70 memperluas pertemuan ke Jakarta.

“Kopdar perdana di Cibinong kami batasi sekitar 30 orang karena kapasitas tempat. Tetapi justru dari sini kami melihat antusiasme yang luar biasa. Banyak yang ingin bertemu, berkenalan, dan menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Tante Bestie.

Dua agenda kopdar berikutnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta, yakni:

Kopdar Sesi 2: Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (12/9/2026), pukul 13.00 WIB.

Kopdar Sesi 3: Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (13/9/2026), pukul 13.00 WIB.

Rangkaian pertemuan tersebut diharapkan memperluas silaturahmi sekaligus mempertemukan anggota dengan latar belakang, keahlian, usaha, dan minat yang beragam.

Bagi Komunitas70, kopdar bukan sekadar pertemuan untuk berbincang dan minum kopi. Pertemuan langsung menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan, jaringan, dan peluang kolaborasi.

Bangun Ekosistem Usia 50+

Ke depan, Komunitas70 menyiapkan sejumlah program, antara lain Bestie Temenin, Komart70, K70jek, Loker70, Belajar Digital, Bestie Tali Kasih, Bestie Travel, Bestie Property, serta Bestie Tani & Hasil Bumi.

Program-program tersebut diarahkan untuk menghubungkan dan memberdayakan potensi anggota agar dapat memberikan manfaat secara bersama-sama.

“Kami tidak ingin sekadar mengatakan bahwa usia 50+ harus tetap produktif. Kami ingin menyediakan ruang dan ekosistemnya. Yang punya keahlian bisa diberdayakan, yang punya usaha bisa dikolaborasikan, dan yang membutuhkan teman bisa dipertemukan. Prinsipnya sederhana: Bestie Bantu Bestie,” ujar Tante Bestie.

Komunitas70 membawa semangat Berteman, Berkarya, Berusaha, Belajar, Berbagi, dan Bahagia Bersama dengan pola Kenal, Nyambung, Saling Bantu, Kolaborasi, dan Tumbuh Bersama.

Komunitas ini berharap gerakannya dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat berusia 50+ di berbagai daerah Indonesia.

Bagi Komunitas70, usia 50+ bukan akhir perjalanan untuk berkarya.

Usia boleh 50+. Mimpi jangan ikut pensiun.

Tentang Komunitas70

Komunitas70 merupakan komunitas dan ekosistem kolaborasi bagi masyarakat usia 50+ untuk tetap aktif, produktif, berkarya, membangun pertemanan, membuka peluang usaha dan pekerjaan, belajar teknologi, serta berbagi manfaat.

Tagline: Bestie Bantu Bestie

Motto: Berteman • Berkarya • Berusaha • Belajar • Berbagi • Bahagia Bersama

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap