PWI Doakan Indonesia dari Gunung Padang Cianjur

oleh
Sejumlah anggota PWI memanjatkan doa untuk keselamatan dan persatuan Indonesia dari Teras 5 Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis malam (24/9/2026).
3.6K pembaca

Sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memanjatkan doa untuk keselamatan, persatuan, dan masa depan Indonesia dari Teras 5 Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis malam (24/9/2026).

Rombongan menempuh sekitar 700 anak tangga untuk mencapai Teras 5. Doa dipimpin Dar Edi Yoga dengan harapan Indonesia dijauhkan dari bencana, masyarakat tidak terjebak permusuhan, serta perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauhkan.

“Ketika kita sampai di tempat seperti ini, kita diingatkan untuk berhenti sejenak. Kita bukan hanya mendoakan diri sendiri, tetapi juga bangsa dan negara. Indonesia harus dijaga bersama,” ujar Dar.

Pendakian berlangsung pada malam Jumat Kliwon menjelang purnama. Rombongan juga didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana.

Menurut Dar, perjalanan menuju kawasan situs tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kehidupan dari perspektif yang lebih luas. Semakin tinggi seseorang mendaki, semakin kecil dirinya dibandingkan alam di sekitarnya.

Rombongan terdiri atas Anrico Pasaribu, Hilman Hidayat, James Tobing, TB Adhi, Arman Suparman, Dar Edi Yoga, Toni Bramantoro, Rinto Hartoyo Agus, Rio Winto, Rudolf Simbolon, dan Cahaya Adi Wibowo.

Pengalaman Pertama di Gunung Padang

TB Adhi dan James Tobing yang baru pertama kali mengunjungi Gunung Padang mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama perjalanan menuju Teras 5.

TB Adhi mengatakan perjalanan menaiki ratusan anak tangga cukup menguras tenaga. Namun, suasana di lokasi membuat pengalaman tersebut terasa berbeda.

“Ini pertama kali saya datang ke Gunung Padang. Perjalanan sekitar 700 anak tangga tentu terasa secara fisik. Tetapi ketika sampai di atas, suasananya berubah. Malam Jumat Kliwon, menjelang purnama, cahaya bulan terasa berbeda. Kemudian kita berdoa bersama untuk bangsa dan negara. Itu pengalaman yang membekas,” kata TB Adhi.

James Tobing juga menilai suasana di Teras 5 memberikan kesempatan bagi rombongan untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan merenungkan kondisi bangsa.

“Cahaya malam itu juga terasa tidak biasa. Ada ketenangan yang membuat kita lebih mudah merenungkan keadaan bangsa,” ujarnya.

Doa untuk Persatuan Indonesia

Usai berdoa, suasana rombongan menjadi lebih santai ketika mereka menikmati durian dari kawasan sekitar Gunung Padang.

Dar kemudian menggunakan durian sebagai gambaran tentang kehidupan. Menurutnya, bagian luar buah tersebut keras dan berduri, tetapi bagian dalamnya lembut dan memiliki nilai.

“Duri diperlukan untuk melindungi. Tetapi jangan sampai kita hanya sibuk mempertajam duri dan lupa menjaga isi di dalamnya,” kata Dar.

Ia mengaitkan filosofi tersebut dengan kehidupan berbangsa. Indonesia memiliki perbedaan pandangan, kepentingan, budaya, dan keyakinan. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak menghilangkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Menjelang malam, rombongan turun dari Teras 5 setelah menyelesaikan rangkaian doa dan perjalanan. Mereka membawa pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menjaga perkataan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari Gunung Padang, doa dan harapan tersebut ditujukan untuk Indonesia agar tetap bersatu, aman, dan mampu menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.

(Sumber: PWI)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap