Pemkot Jakarta Selatan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Menteng Atas

oleh
Wali Kota Jakarta Selatan bersama jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat memanjatkan doa saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan kembali rumah korban kebakaran di RW 13, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026). Foto: Dokumentasi Pemkot Jakarta Selatan.
2.3K pembaca

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mulai membangun kembali rumah warga yang terdampak kebakaran di RW 13, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, Jumat (6/11/2026).

Kebakaran tersebut berdampak pada 17 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 74 jiwa. Untuk membantu pemulihan warga, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak menyiapkan pembangunan kembali rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Syafrin menjelaskan, dari 17 keluarga terdampak, tujuh keluarga sementara tinggal di rumah kerabat. Sementara itu, 10 keluarga lainnya telah mendapatkan tempat tinggal sementara di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput.

“Dari total 17 KK yang terdampak, tujuh KK menumpang di kediaman kerabat, sementara 10 KK lainnya diakomodasi di Rusun Pasar Rumput,” ujar Syafrin.

Pembangunan kembali rumah warga tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta. Setiap unit rumah memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp55 juta dengan standar luas bangunan 30 meter persegi.

Menurut Syafrin, proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 1,5 bulan. Dengan demikian, warga diharapkan dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman.

“Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 1,5 bulan sehingga warga dapat segera kembali menempati rumah yang layak dan aman,” katanya.

Pemkot Jaksel Ingatkan Warga Cegah Kebakaran

Selain membangun kembali rumah warga, Syafrin mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Ia menilai pencegahan perlu dilakukan melalui pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan peralatan listrik yang aman.

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain memastikan instalasi listrik memenuhi standar, melakukan audit kelistrikan, serta menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan keselamatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

Sementara itu, Ketua RW 13 Menteng Atas, Abdillah Arrahman, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu warga sejak proses penanganan kebakaran hingga pemulihan pascakejadian.

Ia bersyukur bantuan terus diberikan kepada warga terdampak, termasuk dukungan pembangunan kembali rumah yang terbakar.

“Alhamdulillah bantuan pascakebakaran terus mengalir hingga saat ini. Kami juga sangat bersyukur adanya uluran tangan pemerintah dalam membangun kembali rumah yang terbakar. Semoga semua kebaikan diganti dengan pahala yang berlimpah,” tandasnya.

Pembangunan kembali rumah warga ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Menteng Atas sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarga terdampak kebakaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap