Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar kurasi terhadap 20 produk kerajinan unggulan dari 10 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kurasi berlangsung di Ruang Kurasi Dekranasda, Ruang Bambu Apus Blok C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Tim Kurasi Dekranasda Provinsi DKI Jakarta.
Ketua Dekranasda Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, mengatakan kegiatan kurasi merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap pelaku usaha kerajinan lokal. Melalui proses tersebut, setiap produk dinilai berdasarkan kualitas, kelayakan, dan potensinya untuk dikembangkan.
Program kurasi kali ini menargetkan 60 pengrajin yang proses penilaiannya dilaksanakan secara bertahap. Sebanyak 20 produk menjadi peserta dalam tahap yang berlangsung pada 3 November 2026.
Menurut Essie, kurasi tidak hanya bertujuan menilai kualitas produk, tetapi juga memberikan masukan kepada pengrajin agar mampu meningkatkan mutu dan nilai jual hasil karyanya.
“Kami berharap produk-produk yang dikurasi hari ini mendapatkan penilaian yang baik dan dapat naik kelas sehingga mampu memenuhi pangsa pasar, khususnya di Jakarta Timur,” ujar Essie.
Produk yang mengikuti kurasi memiliki beragam jenis, mulai dari tas berbahan sulaman, batik, kerajinan rajut, hingga produk fesyen dan kerajinan kreatif lainnya.
Dekranasda Berikan Pendampingan kepada Pengrajin
Selain kurasi, Dekranasda Jakarta Timur juga menyiapkan pendampingan secara berkelanjutan untuk membantu pengrajin meningkatkan kualitas produk.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengunjungi langsung rumah produksi para pengrajin. Kunjungan tersebut bertujuan melihat proses pembuatan produk sekaligus mengevaluasi berbagai aspek, seperti mutu, kemasan, pelabelan, dan standar produksi.
Pendampingan ini diharapkan membantu pengrajin mengetahui kekurangan produk serta menentukan langkah perbaikan agar hasil produksinya lebih kompetitif.
Essie mengajak para pengrajin untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan terbuka terhadap berbagai masukan selama proses pembinaan.
Ia juga berharap produk kerajinan asal Jakarta Timur tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal dan nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.
“Jangan putus asa, terus tingkatkan kualitas dan mutu produk agar bisa dipasarkan hingga ke tingkat internasional,” tandasnya.
Melalui program kurasi dan pendampingan tersebut, Dekranasda Jakarta Timur mendorong pengrajin lokal untuk mengembangkan produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar yang semakin luas.
Meta Deskripsi: Dekranasda Jakarta Timur mengkurasi 20 produk kerajinan lokal dari 10 kecamatan sebagai bagian dari pembinaan 60 pengrajin untuk meningkatkan daya saing produk.
Kutipan: “Terus tingkatkan kualitas dan mutu produk agar bisa dipasarkan hingga ke tingkat internasional.” – Essie Feransie Munjirin.
Keterangan Foto: Ketua Dekranasda Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, bersama Tim Kurasi Dekranasda Provinsi DKI Jakarta melakukan penilaian terhadap produk kerajinan lokal dalam kegiatan kurasi di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026). Foto: Dokumentasi Pemkot Jakarta Timur.
Slug: dekranasda-jakarta-timur-kurasi-20-produk-kerajinan-lokal
Kategori: Ekonomi
Topik: UMKM dan Pengembangan Kerajinan Lokal
Tag: Dekranasda Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, kerajinan lokal, pengrajin Jakarta Timur, produk UMKM, kurasi produk, UMKM Jakarta, ekonomi kreatif, produk lokal, pasar internasional






