Home / Berita / Kuasa Hukum: Terdakwa Mengatakan Ada Intimidasi

Kuasa Hukum: Terdakwa Mengatakan Ada Intimidasi

Jakarta, sketsindonews – Sidang kasus pembunuhan yang menjadikan Jaelani sebagai terdakwa terus berjalan. Kali ini sidang di gelar dengan menghadirkan saksi dari pihak kepolisian yang menyebutkan tidak ada intimidasi selama proses penangkapan terhadap terdakwa.

“Untuk keterangan saksi ini, menurut kami (Kuasa hukum terdakwa-red) pernyataannya bahwa mereka semua, polisi itu tidak melakukan intimidasi, akan tetapi terdakwa sendiri tadi menyatakan bahwa dirinya di intimidasi di kepolisian,” Ucap Kuasa Hukum Terdakwa, Timbul, usai persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/11).

Baca Juga: Pembunuhan Sumini, Saksi: Terdakwa Mengakui

Timbul menerangkan bahwa ada keterangan yang berbeda-beda, ada yang mengikuti cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ada yang tidak, tapi mereka mengetahui penangkapan ini.

“Dua orang saksi menyatakan atas dasar perintah pimpinan (penangkapan terdakwa-red), sedangkan hakim tadi menyatakan ko bisa hp tersebut ada di tangan terdakwa dan di dapat dari mana informasi itu,” jelasnya.

Menurutnya, seharusnya kepolisian menyelidiki atau mengembangkan dari mana keterangan Hand Phone (hp) ini bisa ada pada terdakwa.

Karena terdakwa tersebut, dijelaskannya memegang Hp yang di jadikan barang bukti tersebut di dapat dari orang lain, akan tetapi dalam perkara ini pihak polisi tidak mencari tahu.

“Seseorang itu siapa ?, yang tau hanya perintah pimpinannya, berarti pimpinannyakan yang mengetahui siapa?. Hp itu ko bisa berada di terdakwa,” ujarnya.

Saat ditanya seberapa yakin bisa menyelamatkan terdakwa dari jerat hukum, Timbul menyatakan tidak bisa berjanji. Hal tersebut diutarakan, karena berkaca pada proses praperadilan yang di tolak oleh pengadilan.

“Waktu hukum praperadilan keyakinan kami untuk membebaskan terdakwa sudah sangat besar. Namun hakim memutuskan dengan menolak praperadilan itu dan perkara ini kita serahkan saja pada Tuhan bahwa hakim mempertimbangkan tidak bukti-bukti kami, mempertimbangkan fakta-fakta dalam bukti bahwa terdakwa dilakukan intimidasi atau tidaknya,” terangnya.

Namun untuk menguatkan, ia mengungkapkan bahwa sudah menyiapkan saksi yang dapat meringankan terdakwa.

“Ada saksi yang melihat bahwa ada seseorang yang memberikan hp tersebut,” pungkasnya. (Eky)

Check Also

SBY Perintahkan Kader Partai Demokrat Hentikan ‘Sementara’ Dinas Di BPN Prabowo-Sandiaga Uno

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta seluruh pimpinan maupun …

Watch Dragon ball super