Home / Apa Kata Mereka / Pasca PKL Akbar Usai, Sisakan PKL Menetap Pinak

Pasca PKL Akbar Usai, Sisakan PKL Menetap Pinak

Jakarta, sketsindonews – Toleransi PKL Akbat  Kemayoran Jakarta Pusat selama satu bulan penuh selama Ramadhan 1440 H seharusnya telah usai termasuk kisi – kisi lain yang memenuhi sekitar bunderan taman hingga jalan sepanjang depan Apartement.

Namun terlihat gerobak tetap saja berceceran di sepanjang jalan kisi kiri kanan kawasan Akbar dan melakukan melakukan aktivitas.

Terlihat akses masuk Polsek depan apartemen lapak – lapak tetap saja masih menjajakan dagangan dengan tenda berderet di kawasan jalan.

Siapa pengelola  geruru warga hingga saat ini PKL masih berlanjut padahal pihak PPKK telah mengulitimatum untuk tak ada lagi kawasan titik PKL kisi – kisi jalan hingga merepotkan ruang publik, ucap Hasan. (10/6)

Keuntungan selama Bulan Ramadhan kawasan itu telah menguntungkan hingga mencapai ratusan juta rupiah bagi para inisiator PKL untuk membuka lapak dengan harga jutaan rupih.

Ternyata sepertinya kurang puas sehingga hanya “bermodal jalan umum.dan kapur tulis” mereka bisa mereguk keuntungan karena fasilitas publik menjadi miliknya dengan jaminan oknum, terang Hasan.

Usai pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H seharusnya mereka (red.PKL) bubar tapi ini menjadi keterusan karena tanggung kali tak ada larangan, terlebih diangkut barangnya.,

Gak mungkin lah, kami diusir, celetuk pedagnag lapak.

Security PPKK saja tahu kok termasuk akses jalan ini  dipakai oleh pedagang termasuk diketahui orang wilayah RT RW saja diam kenapa harus repot, dengan rasa yakin kepada sketsindonews.com.

Sementara Camat Kemayoran Asep Mulyaman mengatakan, usai Ramadhan kawasan ini harus kembali normal tidak ada lagi seharusya toleransi bagi mereka.

Terlebih menetap berjejeran disepanjang jalan publik pasca pedagang momennya sudah selesai sesuai toleransi mereka berdagang, ketus Asep.

“Kami hanya berharap para pemain PKL untuk sadar jika ini terjadi pembiaran maka kekumuhan serta rentan pungli akan menjadi kebiasaan untuk  kawasan menjadi kumuh akan menjadi terbangun, tentunya citra negatif.”

Siapa yang dirugikan dan siapa yang diuntungkan itu jelas karena semuanya tergantung warga Kemayoran untuk menilai, tutup Asep.

nanorame

Check Also

Jokowi Singgung Aktivis 98 Layak Jadi Menteri

Jakarta, sketsindonews – Saat pertemuan halal bihalal bersama Aktivis 98 Presiden Joko Widodo sempat menyinggung jatah menteri …

Watch Dragon ball super