Home / Berita / Warga Kecewa Dengan Sikap Pengelola Rusun Rawa Bebek

Warga Kecewa Dengan Sikap Pengelola Rusun Rawa Bebek

Jakarta, sketsindonews – Warga rusun Rawa Bebek, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur menyatakan ada kejanggalan dalam pembayaran yang di tentukan pengelola, seperti pembayaran Sewa, listrik, dan PAM.

Keluhan warga melalui Jack yang di tunjuk oleh warga sebagai Ketua untuk mewakili mengatakan bahwa untuk bertemu dengan pengelola sangat susah. “Sudah jauh-jauh memberikan pemberitahuan, namun dalam setengah jam membatalkan dengan alasan ada rapat di DPRD,” ujar Jack, saat ditemui di Rusun, selasa (17/1).

Dia juga memaparkan bahwa sekitar 400 KK warga yang direlokasi dari Bukit Duri, diberikan kelonggaran oleh Gubernur dengan tidak membayar sewa selama 3 bulan pertama. Namun menurutnya, pihak pengelola telah meminta di bayarkan uang sewa sebesar Rp. 300.000,- sebelum waktu yang di tentukan. “Yang lebih mirisnya selama 3 bulan tersebut harus juga di bayar,” sesalnya.

“Sekalipun baru sebagian warga yang sudah membayar sewa, namun kwitansi pembayaran tidak pernah di berikan dengan alasan nanti,” ungkapnya.

Padahal, Jack mencoba menjelaskan bahwa di kontrak surat perjanjian nomor:62/-076.43  pasal 3 butir 2 bahwa warga relokasi tidak di kenakan biaya sewa unit selama 3 bulan sejak serah terina kunci unit hunian.

Bukan hanya terkait pembayaran sewa, Jack menambahkan bahwa pembayaran untuk air juga banyak kejanggalan yang di permainkan pengelola.

Pada hari yang sama, Dewan Kota Jakarta Selatan, Neni susyani,SE dalam kunjungannya mengatakan ingin menanggapi keluhan warga eks Bukitduri yang direlokasi ke Rusun Rawa Bebek. “Saya sebelumnya ingin melihat bukti terlebih dahulu, saya lihat sendiri, dengar sendiri dan ternyata faktanya memprihatinkan,” ujar Neni.

Terkait perjanjian sewa 3 bulan awal yang seharusnya di gratiskan, namun faktanya warga harus bayar sejak awal, dia menyatakan akan mempertanyakan langsung kepada pengelola. “Makanya saya ingin bertemu dengan pengelola, Kenapa, Permasalahannya apa?, perjanjiannya seperti apa sebelumnya?,” terangnya.

Untuk langkah selanjutnya, menurut Neni, dia akan melakukan koordinasi dengan dewan kota Jakarta Timur. “Saya ingin menjembatani pemasalahan ini sampai ke pihak Kota (Jakarta Timur),” tandasnya. (Eky)

Check Also

Tinjau Makassar New Port, Menhub Minta Pelindo IV Tingkatkan Layanan

Makassar, sketsindonews – Pertumbuhan angkutan barang di Makassar, Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan pesat dari …

Watch Dragon ball super