Jakarta, sketsindonews – Bhakti sosial Katarak Gratis yang di selenggarakan secara bersama antara Yayasan Damandiri, Persatuan Tuna Netra Indonesia dan RS. Jakarta Eye Centre dalam menyambut World Sigh Day (WSD) berjalan dengan sukses di RS. Jakarta Eye Centre (JEC) Jalan Arjuna Terusan No. 1 Kedoya Jakarta Barat.
Baca: World Sight Day : Pertuni Bhakti Sosial Katarak Bersama Yayasan Damandiri dan RS JEC Kedoya
Hadir dalam kesempatan itu Menteri Kesehatan Dr. Nila Djuwita Moeloek, Ketua Dewan Pertuni Bob Hasan, Ketua Yayasan Damandiri Soebiakto Tjakrawerdaya.
Dalam keterangan ketua panitia penyelengara Bhakti Sosial Katarak Gratis RS. JEC Dr. Damara Andalia,Spm di depan para wartawan menjelaskan, salah satu komtribusi JEC terhadap masyarakat miskin adalah melakukan operasi katarak yakni, “stronge together” menjadi satu pemulihan masyarkat bebas katarak, tukasnya (22-10-2016)
Sebanyak 91 pasien kita sudah lakukan operasi, semuanya melalui standar baik kepersertaan maupun medis (screening) yang sama bagi pasien katarak warga tidak mampu.”
Baca: Pertuni dan Yayasan Damandiri Lakukan Operasi Mata Katarak di RS.Eye Centre Kedoya
Ini dalam rangka komitmen RS.JEC menuntaskan masalah low vision (katarak) di Indonesia, penyakit tersebut jumlahnya cukup meningkat.
Target JEC dalam penanggulangan pasien katarak bisa kembali bebas buta katarak setiap tahunnya 400 orang untuk kita laksanakan operasi mata di RS JEC.
Sementara Ketua Dewan Pembina Pertuni Soebiakto Tjakrawerdaya mengukapkan, kita tidak melupakan operasi katarak bagi Masyarakat tak mampu, yang semula berkat Mantan Presiden ke II RI H.M. Soeharto saat itu mencetuskan atas ide dan komitmen beliau dalam menuntaskan permaslahan penyakit katarak terutama bagi masyarakat keluarga miskin, tukasnya.
Yayasan Damandiri sejak tahun 1996 oleh HM.Soeharto sudah melakukan eksisensinya dalam membantu keluarga miskin yang menderita katarak.
“Kalo keluarga sehat dalam penglihatan maka mereka juga bisa sejahtera dalam melakukan aktifitas hidup serta kualitasnya.”
Di pihak lain Ketua Pertuni Aria Indrawati memaparkan, Pertuni sangat apresiasi kepada semua pihak dalam kasus Low Vision (katarak), penyandang katarak di Indonesia bisa kita datangi untuk kita bantu sebagai bagian peduli secara penanganan comprehensive, ujarnya.
Tahun 2020 Indonesia bebas Katarak, target bentuk kasus katarak angka kebutaan akibat kemiskinan di Indonesia dapat di laksanakan secara komprehensif baik pemerintah, swasta, maupun pihak penyandang dana, tukas Aria. (Nr)












