Jakarta, sketsindonews – Pasar Lokbin Pasar Gembrong dalam kekinian tak kayak lagu sebagai pasar representasi warga Kelurahan Galur Kecamatan Johar Baru.
Pasalnya, pasar yang sudah hampir 50 tahun lebih berdiri semakin kumuh oleh fasilitas yang seadannya dan tak sehat sebagai pasar warga dengan phisik yang ada kesehatan sebagai pasar binaan yang sehat milik Pemerintah DKI Jakarta
Menurut Warga Galur Didin Komarudin saat bincang sketsidonews.com, sudah tak kayak lagi sebagai pasar Lokbin hingga saat ini selain penataan dan juga wilayah menjadi kumuh, ditambah arus macet karena melebarnya pedagang yang tak tertampung, ujarnya.(20/8)
“Secara manusiawi harkat ekonomi usaha itu tak kayak, tegas Didin”.
Artinya Dinas UMKM harus mengambil inisiatif dalam merubah tatanan pasar termasuk tata kelola yang turun temurun bukan pada professional pengelolaan perpasaran binaan.
Buat saja pasar itu menjadi pasar OK/OC dengan konsep Gubernur terpilih menjadi pasar percontohan yang lebih entreprenership, edutainment dan rekresi bagi warga Galur, terang Didin.
Sementara Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat Ferry Iswan menyinggung, revitalisasi pasar harus dilakukan selain pula dilakukan kajian menjadi fungsi lain dalam menata kawasan wilayah Galur menjadi lebih tertata jalan tersebut.
Pemerintah harus sudah memikirkan kemacetan, kekumuhan bahkan sumber kepadatan wilayah menjadi lebih terbuka untuk menciptakan interaksi sosial bagi kepentingan warga secara umum, papar Ferry.
Apakah pasar itu masih relevan, atau tidak ? Harus ada solusi minimalis dalam menyikapi wacana perubahan tata ruang ada pasar, ada pemukiman vertical serta ruang publik yang terintegrasi secara indah dan nyaman, tambah Ferry lebih lanjut
Sementara Lurah Galur Fajar Laksono ketika diminta pendapatnya mengatakan, hal ini bukan merupakan kewenangan kami tapi melihat kondisi yang ada sepatutnya pasar Lokbin untuk di revitalisasi secara baik, ucapnya.
Apalagi pasar itu sudah menjadi kebutuhan warga Galur “iconic” puluhan tahun, tinggal bagaimana pengelolaan itu lebih menjaga tatanan kedepannnya lebih baik sebagai pasar rakyat yang tak kumuh, tukasnya.
“Kalo dijadikan fungsi lain itu sepertinya perlu dipikirkan masih kah penting pasar itu menjadi pasar atau pasar itu tetap ada tapi lebih bertingkat dengan fasilitas sebagai pasar lebih modern dengan parkir yamg memadai sehingga tak lagi menganggu jalan publik”.
Galur sebagai wilayah padat dan peruntukan lahan memang sulit tapi merubah penataan dengan konsep keindahan tampilan sangat dibutuhkan bagi warga Galur, tutup Fajar.
reporter : nanorame







