Tukang Sapu Tuprok Jadi Anggota Dewan Kota, Siapa Dia…

oleh
52.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Garis hidup serta bagaimana mendapatkan pengakuan publik bukan perkara mudah, apalagi terkait profesi, kemampuan adalah sebuah proses panjang yang penuh keuletan untuk mencintai pekerjaan.

Hidup adalah sekaligus pengabdian melakukan perjalanan waktu serta mendorong kehidupan orang lain dan lingkungan.

Perjalanan sosok Dadang Suherman warga Kelurahan Pegangsaan perlu kita telisik menjadi pembelajaran selain menjadi nilai tambah bagi insan manusia untuk meraih hidup utuh menjadi mahluk sosial untuk selalu bersyukur dari proses tempaan hidup oleh lingkungan.

dadang.s.situkang.sapu.tuprok.dekot.doc

Orang tak menyangka sosok Dadang S menjadi Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat, bahkan orang banyak mencibir kok tukang sapu PJLP ( Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) yang biasa mangkal di Tuprok (Tugu Proklamasi) ternyata sebaliknya segudang prestasi dan ide gagasan telah di toreh dan akhirnya menjadi banyak orang menginspirasinya hanya seorang hanya tukang sapu “Jadi Dewan Kota.”

Dadang menuturkan kepada sketsindonews, awalnya menjadi tukang sapu, dan dirinya banyak membentuk motivasi dirinya tumbuh kembang seiring pengalaman sebelumnya menjadi pamdal hanya 1 tahun 7 bulan.

Saat itu dirinya meminta ganti profesi kepada pihak UBK Monas Munjirin untuk ganti profesi menjadi tukang sapu.

Dadang saat itu hanya punya satu motivasi kenapa ingin jadi tukang sapu Tuprok. Kata Dadang. Tugu Proklamasi merupakan peninggalan sejarah yang harus kita hargai bukan hanya oleh Rakyat Indonesia tapi sudah ada pengakuan dunia menjasi sebuah minitur sejarah bangsa, ucapnya.

Apalagi Tuprok merupakan titik nol dalam sejarah kita meraih kemerdekaan dari penjajah untuk menjadi kebangkitan bangsa ini.

Dadang yang lahir di Jakarta 01 Agustus 1968 sejak dirinya menjasi tukang sapu konsep BCL gue gunakan, apa itu BCL tanya sketsindonews.(19/10)

BCL itu punya makna “Buruan Cintai Lingkungan” sehingga profesi itu tetus menancap pada benaknya untuk menata tuprok lebih punya warna dalam aktifitasnya limgkungan.

Kedua dirinya juga terinspirasi atas ucapan Presiden pertama Ir Soekarno tentang kata “Jas Merah”, jangan sekali kali meningalkan sejarah.

Bekerja dengan hati tentunya menjadi bagian konsep hidupnya yang tak letih dalam ruang dan waktu demi warna kehidupan membangun sebuah keluarga bahagia.

Dadang memiliki satu isteri yang setia menemani suka dan dukanya dalam membangun konsep hidup Sudarwi nama sang isteri yang lebih muda setahun dari dirinya kelahiran 22 April 1969.

Hasil perkawinan keduanya memiliki 2 putera masing Dwi Permana (29) dan Denapa Sara Putra (22) keduanya masih masih kuliah di perguruan tinggi.

Lanjut Dadang, dengan terpilihnya menjadi anggota Dewan Kota Jakarta Pusat maka dirinya telah mempersiapkan dalam konsep kedepannya bagi Jakarta Pusat dengan program “Lisa” (Lihat Sampah Ambil).

Ini nantinya menjadi ikon Jakarta Pusat sehingga peran masyarakat akan ikut serta dengan di dorong para stake holder, pungkas Dadang.

Prestasi Dadang Suherman

Mendapatkan orang berperestasi di Jakarta Pusat dari Walikota Jakarta Pusat saat itu H. Saefullah.

Ketua LMK Terbaik program Arkin (Air Rakyat Miskin)

Menjadi Insiator Senam Jantung Sehat di Tuprok dengan anggota semakin meningkat.

reporter : inong

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap