Ada Apa Dengan PKK Jakarta Pusat, Pamong Harus Punya Sentuhan “Touch Down”

oleh
48.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dirinya sedikit kecewa terhadap pembinaan PKK (Penggerak Kesejahteraan Keluarga) di wilayah oleh pamong Lurah Camat sepertinya kendur bahkan menurun, hal ini setelah hasil prestasi lomba di tingkat Provinsi DKI Jakarta menjadi terbuncit dibandingkan wilayah lain.

Padahal di ketahui pemukiman di Jakarta Pusat sangat potensi untuk digerakan menjadi pilar masyarakat diantaranya pembinaan PKK yang menjadi ujung tombak kegiatan di semua aspek, tukas Bayu.(31/7)

Pendekan bawah sisi masyarakat “touch down” akan menghasilkan jika pamong di wilayah juga mampu membuat satu sentuhan terhadap nilai kemasyarakatan.

Gambar

Begitu pula pamong harus bisa bagaimana potensi yang dikembangkan mengandung unsur “three down effect” ssmua menjadi dampak untuk berkembang, itu tugas pamong untuk bisa menciptakan serta mengisi taman hati PKK diwilayah dalam sarana pengembangan maupun pembinaan.

Semestinya 2 wilayah ini baik Kecamatan Sawah Besar maupun Kecamatan Menteng yang terdiri dari pemukiman penduduk heterogen sangat mudah melakukan pembinaan termasuk pemetaakan terhadap potensi SDM atauk simpul masyarakat menjadi gerakan membangun PKK secara baik, tambah Bayu.

Kejelian dan insting pamong harus berjalan mencari figure gerakan untuk berkembang dalam menggerakan inisiator aktifitas lingkungan sehingga apapun bentuknya perjalanan PKK sudah sejak dini berkembang seiring karaktetistik syarat kebutuhan sarana prasarana berbenah bukan saja pada saat kebutuhan lomba namun pilar – pilar PKK mampu dikembangkan sejak dini dengan dinamika kota Jakarta yang semakin dinamis, terangnya.

Sektoral Lambat Menssuport PKK

Dalam penyusuran sketsindonews dilapangan merosotnya kinerja PKK di Jakarta Pusat bukan pula semata karena pamong diwilayah tak mampu dalam menindak lanjuti kegiatan PKK, namun dibalik itu masih saja faktior koordinasi sektoral yang lambat dalam menciptakan kebutuhan sarana prasarana kebutuhan fasilitas PKK.

“Diakuinya ini menjadi faktor, ujar salah satu Lurah di Jakarta Pusat. Entah apa terjadi demikian , padahal Satpel di Kecamatan merupakan perpanjangan sektoral (SKPD) yang ada telah upaya secara administrasi dalam meminta kegiatan untuk PKK, misal ; kebutuhan pohon, ikan atau permintaaan perbaikan infrastruktur dalam satu mata rantai membangun PKK,” tandas Lurah.

Faktor kedua, hal menjadi penting adalan menciptakan kader penggerak lingkungan tentunya perlu kematangan dan pemikiran bukan saja semata logistik tapi gerakan itu harus juga memenuhi keinginan masyarakat dengan cepat maupun reaktif.

“Jadi sektoral (SKPD) dilapangan bukan hanya main tunjuk saja tapi juga harus ikut mendampingi dalam aspek pembinaan PKK secara baik tanpa melimpahkan kepada kami semua selaku pamong”, ujarnya

nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap