Jakarta, sketsindonews – Hampir menyerupai pasar Taman Johar Johar Baru Utara I yang diapit antara Kelurahan dan Kecamatan dikerumunin para gerobak PKL menjajakan dagangan.
Taman itu berukuran kecil tak seukuran seperti Taman Ineraksi lain, namun menjadi idola para warga selain pedagang PKL memanfaatkan Taman ini tanpa waktu dan hari libur.
Kerumunan PKL itu begitu nampak saat depan sekolah hingga Kelurahan menutup sulitnya akses padahal jalan Taman itu menjadi akses masuk Kantor Publik.
Saat warga Johar Baru Haries (35) saat di konfirmasi mengatakan bahwa kami sebenarnya hanya butuh taman dilokasi ini sebagai singgah bagi anak – anak kami berinteraksi
Namun keberadaan PKL menjadi sungguh menjadi mempersempit bagi tumbuh kembang anak kami untuk melakukan gerakan selain taman ini luasnya sangat terbatas, pungkasnya.(8/9)
Terlebih PKL ini lebih banyak selain ruang parkir tak ada sehingga menimbulkan Taman ini sulit publik melintas, padahal berdampingan dengan Kantor Pelayanan Pemerintah Kecamatan Johar Baru dan Kantor Kelurahan.
“Dilokasi ini juga ada Gedung SD j juga tertutup oleh PKL ragam jajanan bagi anak – anak ditawarkan dengan tidak mengukur nilai hyginies makanan yang ditawarkan bagi kesehatan anak.”
Pemerintah Kecamatan dan perangkat lainnya hingga kini tak merazia dari problematika lingkungan dengan jalan operasi makanan dijajakan depan sekolah, penataan akses publik, serta larangan taman menjadi hunian pedagang.
Faktanya, terlebih jelang sore hingga malam hari trotoar menjadi jalan akses vital menjadi mall pinggir jalan hingga menuju pasar Tradisional Pasar Jaya, terang Haries.
Lain lagi kata Gus Rachman (45) warga banyak berharap jalan Johar Baru trotoar hingga Taman menjadi steril karena lebih menjadikan Wilayah Johar Baru terperosok menjadi kawasan tanpa penataan, ucapnya.
Kami melihat trotoar jalan Percetakan Negara II saja bisa tertata dengan baik, sebaliknya kenapa depan Kantor Publik tak bisa melakukan hal yang sama, ini menjadi pertanyaan publik, kenapa ?
Terjadinya pembiaran atau pemanfaatan ruang publik sengaja ditimbulkan problematika justru dipelihara hasilkan dugaan pungli dan telah menjadikan korban bagi pejabat dilingkungan dan itu pernah terjadi di Johar Baru beberapa tahun lalu.
nanorame










