Jakarta, sketsindonews – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam memberi pelayanan kepada warga di daerah terdampak kekeringan optimis diperhatikan. Seperti yang dirasakan warga Desa Lebbeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, dengan dibangun pompa air tanpa motor.
Pompa air tersebut dapat dibilang program pertama yang ada Kota Keris. Pasalnya, pompa air yang dibangun di salah satu sungai itu prospek ya bakal diklaim pemerintah akan memberikan dampak ketersediaan air bagi pertanian warga.
Tak tanggung-tanggung, program yang direncanakan oleh Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) menelan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar.
Kepala Dinas PU SDA Sumenep Chainur Rasyid mengatakan pompa air dibangun memiliki dampak di beberapa desa. Tidak hanya di Desa Lebbeng Barat, melainkan bisa merembet ke desa sekitar, seperti Desa Lebbeng Timur, Prancak, dan Montorna.
Kelebihan pompa air tersebut yakni memiliki 17 pompa air dengam satu tandon. Daya tampungnya pun dapat menampung air dengan jumlah mencapai 72 liter.
“Tandon bisa terisi air hanya dengan waktu 50 menit saja, sudah penuh,” kata Chainur dalam keterangannya yang diterima sketsindonews, Senin (16/11).
Diketahui, ada dua bendungan di pompa air tersebut. Jika dirinci, bendungan I terdiri dari 7 pompa, dan bendungan II terdiri dari 10 pompa.
“Totalnya 17 pompa. Dari 17 pompa itu nanti langsung pada tandon dengan ketinggian dari permukaan 72 meter,” jelasnya.
Sementara ditanya soal tujuan dan selesainya kedua bendungan, Chainur mengaku sudah optimal dan bisa untuk digunakan. Proyek itu dilakoni selama 200 hari pekerjaan, dimulai sejak tanggal 28 April dan berakhir 12 November 2020 mendatang
“Kedua bengunan pompa air selesai semua. Cuma kontraknya ini masih berakhir tanggal 12 November 2020. Ada sedikit perbaikan-perbaikan karena penyebab banjir bandang. Tentu hak ini untuk mengoptimalkan guna ketersediaan air dan memperluas lahan warga,” ujarnya.
(nru/yht)






