Perwira Rohani Harus Inovatif, Kreatif dan Solutif Dalam Membentuk Prajurit yang Pinaka Baladika

oleh
53.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Dinas Pembinaan Mental Idiologi TNI Angkatan udara menyelenggarakan sarasehan Bintal Idiologi dan Tradisi Kejuangan selama dua hari yaitu Rabu dan Kamis, 18 -19 Nopember 2020 secara virtual/daring.

Kegiatan yang rencananya dibuka Aspers Kasau Marsda TNI A. Gustaf Brugman, M.Si (Han)., yang diwakili Waaspers Kasau Marsma TNI Jamaluddin tersebut diikuti sekitar 75 peserta dari seluruh Perwira dan ASN Rohaniawan Bintal dengan mengambil tema ‘Dengan sarasehan bintal idiologi dan tradisi kejuangan kita tingkatkan profesionalisme perwira bintal TNI AU dalam rangka melaksanakan tugas satuan’.

Turut Hadir dalam acara tersebut Sesdis Bintalidau Kolonel Sus Drs. Jaetul Mukhlis, Kasubdis Bintal Rohani Kolonel Sus Muttaqin, Kasubdis Bintal Tradisi Kejuangan Kolonel Sus Daniel Tobing, Kasubdis Bintal Idiologi Kolonel Sus Rijal Kani serta Binprof Letkol Sus Sakdun.

Kadisbintalidau Marsekal Pertama TNI Dr. Drs. Bastari, M, Pd., M, Sc., M, Si. ( Han) dalam pengantarnya menyampaikan perwira Bintal harus profesional dalam membentuk prajurit yang pinaka baladika, artinya seorang perwira rohani harus inovatif, kreatif, dan solutif dalam menghadapi tantangan tugas kedepan di satuannya.

Lebih lanjut Marsma TNI Bastari yang berasal dari Korp pasukan khas TNI AU ( Komando ) tersebut menekankan terkait metode yang harus dikuasai perwira bintal dalam menjalankan tugasnya melalui tiga metode yaitu santi aji, santi rasa dan santi karma, sehingga dengan metode ini diharapakan perwira bintal akan berhasil dalam pelaksanaan tugas yaitu membentuk prajurit yang pinaka baladika prajurit yang cerdas, berani, dan bijaksana dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AU.

Kegiatan pembekalan dan sarasehan yang ditutup Aspers Kasau Marsda TNI A. Gustaf Brugman, M.Si (Han)., tersebut selain menghadirkan nara sumber dari intern Disbintalidau, Pada hari kedua pelaksanaan sarasehan ini juga menghadirkan nara sumber dari luar yaitu tokoh yang ckup kritis dan idealis yaitu Profesor Salim Said dengan materi Idiologi Pancasila.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap