Sekolah Pemikiran Kejeniusan Luncurkan Kajian Road Map Ekonomi-Politik Pancasila

oleh
Poster peluncuran program kajian "Road Map Ekonomi-Politik Pancasila" yang diselenggarakan Sekolah Pemikiran Kejeniusan sebagai forum diskusi dan pengembangan gagasan pembangunan nasional berbasis Pancasila dan UUD 1945.
15.1K pembaca

Sekolah Pemikiran Kejeniusan meluncurkan program kajian bertajuk “Road Map Ekonomi-Politik Pancasila: Membangun Ekonomi Berdaulat, Adil, Mandiri, dan Bermartabat Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945” sebagai upaya mendorong lahirnya gagasan pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

Program ini hadir di tengah dinamika geopolitik global, disrupsi teknologi, serta meningkatnya persaingan ekonomi dunia yang dinilai menuntut Indonesia memiliki arah pembangunan yang lebih berdaulat, mandiri, dan berkeadilan.

Kajian tersebut dirancang sebagai ruang belajar dan diskusi untuk memperdalam pemikiran para pendiri bangsa serta ekonom Indonesia, sekaligus merumuskan perspektif baru yang relevan dalam menjawab tantangan pembangunan abad ke-21.

Peserta akan mendapatkan materi dari para ekonom strukturalis, yakni Ichsanuddin Noorsy, Yudhie Haryono, Agus Rizal, dan Kirdi Putra. Berbagai tema strategis akan dibahas, mulai dari fondasi Ekonomi Politik Pancasila, hubungan spiritualitas dengan pembangunan ekonomi, hingga pemikiran Mohammad Hatta, Dawam Rahardjo, Soemitro Djojohadikusumo, dan Mubyarto.

Selain itu, kajian juga membahas desain Undang-Undang Ekonomi Politik sebagai fondasi pembangunan nasional, transformasi dari ekonomi kolonial menuju ekonomi berdikari, serta strategi menghadapi ekonomi digital dan tantangan globalisasi.

Melalui pendekatan multidisipliner, Sekolah Pemikiran Kejeniusan berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi pemikir yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui gagasan yang inovatif dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Program kajian akan diselenggarakan setiap Jumat dan Sabtu, mulai 7–8 Agustus 2026, pukul 14.00–17.00 WIB, di Markaz Mazhab Tebet, Jalan Tebet Barat VI A Nomor 26–27, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan kuota terbatas sebanyak 20 peserta pada setiap angkatan agar proses diskusi berlangsung lebih intensif.

Sekolah Pemikiran Kejeniusan mengundang akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis, birokrat, pelaku usaha, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia untuk mengikuti program tersebut.

Melalui kajian ini diharapkan lahir berbagai gagasan yang mampu memperkuat cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan sesuai amanat para pendiri bangsa.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap