Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali menempuh pendidikan formal.
Program tersebut menyasar anak yang terkendala kondisi ekonomi maupun geografis sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan. Pelaksanaannya dilakukan melalui sekolah induk dan sekolah mitra, salah satunya di Kabupaten Bungo, Jambi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pelaksanaan PJJ saat meninjau kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Bungo, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Fajar untuk memberikan motivasi kepada murid peserta PJJ angkatan pertama.
Fajar menegaskan bahwa PJJ merupakan bagian dari pendidikan formal. Peserta didik tercatat sebagai murid sekolah induk, yakni SMA Negeri 10 Jambi, dan berhak memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan.
“Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,” ujar Fajar.
Ia juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran PJJ yang masih dibuka hingga 30 Agustus 2026.
PJJ Bantu Anak Tetap Sekolah Sambil Bekerja
Program PJJ memberikan kesempatan bagi sejumlah anak di Bungo untuk kembali belajar tanpa harus sepenuhnya meninggalkan pekerjaan yang membantu perekonomian keluarga.
Salah satunya Yanita Franselina Manik. Ia memilih mengikuti PJJ setelah sebelumnya tidak melanjutkan sekolah karena harus membantu kondisi ekonomi keluarganya. Yanita berharap program tersebut dapat membantunya memperoleh ijazah sekaligus memperbaiki masa depan.
Hal serupa dialami Renaldi Pratama. Setelah lulus SMP, Renaldi bekerja sebagai pencuci motor dengan penghasilan rata-rata Rp50.000 per hari. Meski harus bekerja, ia tetap berkeinginan melanjutkan pendidikan melalui PJJ.
“Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,” kata Renaldi.
Sementara itu, Muhammad Ali Imron yang sempat tidak bersekolah selama satu tahun juga memanfaatkan program PJJ untuk kembali menempuh pendidikan. Ia berharap pendidikan dapat membuka peluang kerja sekaligus mewujudkan cita-citanya untuk berkontribusi bagi daerah.
“Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,” ujar Imron.
Pemprov Jambi Dukung PJJ
Pemerintah Provinsi Jambi turut mendukung pelaksanaan PJJ melalui program Pro-Jambi Cerdas. Program tersebut menyediakan sejumlah perlengkapan sekolah, seperti pakaian, tas, buku, dan sepatu bagi murid dari keluarga prasejahtera yang telah terdata.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mengatakan pemerintah daerah juga melakukan pendekatan langsung untuk menjaring ATS yang belum melanjutkan pendidikan. Sosialisasi dilakukan hingga tingkat desa dan RT.
“Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi door-to-door ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,” jelas Umar.
Di Kabupaten Bungo, SMAN 1 Bungo berperan sebagai sekolah mitra yang berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk.
Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan pihaknya bersama dinas pendidikan terus menyosialisasikan PJJ melalui media sosial serta jaringan perangkat desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo.
Menurutnya, sosialisasi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ijazah yang diperoleh peserta PJJ merupakan ijazah resmi dari sekolah induk negeri.
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Teknologi
Pada akhir kunjungan, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mendorong pemerintah daerah dan sekolah memperkuat infrastruktur teknologi serta meningkatkan kompetensi guru pendamping.
Pemprov Jambi merespons dengan rencana pengadaan cloud server dan pelatihan pembuatan konten video pembelajaran bagi pendidik pada tahun mendatang.
Penguatan tersebut diharapkan membuat pelaksanaan PJJ semakin optimal. Dengan demikian, anak yang sebelumnya terhenti sekolah tetap memperoleh akses pendidikan formal, pendampingan pembelajaran, dan kesempatan meraih ijazah.
Program PJJ sekaligus menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak yang menghadapi hambatan ekonomi maupun geografis.
Catatan: Informasi ini dikutip dari website resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Minggu (9/8/2026).







