HNW Ajak Generasi Muda Siapkan Indonesia Emas 2045

oleh
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada generasi muda di Kota Padang, Sumatra Barat. (Sumber: mpr.go.id) 
10.4K pembaca

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak generasi muda mulai berkontribusi bagi bangsa sejak sekarang. Menurutnya, masa muda merupakan waktu penting untuk membangun kapasitas, gagasan, dan pengalaman sebagai bekal menghadapi Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan HNW dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Dewan Pimpinan Wilayah Gema Keadilan Sumatra Barat di Kota Padang, Minggu (13/9/2026). Kegiatan turut dihadiri Anggota Fraksi PKS MPR RI sekaligus Presiden Gema Keadilan, Rahmat Saleh.

HNW mengatakan sejarah Indonesia menunjukkan banyak tokoh bangsa telah mengambil peran penting ketika masih berusia muda. Karena itu, generasi muda saat ini dinilai memiliki kesempatan yang sama untuk mempersiapkan diri dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

“Di usia kalian sekarang, dahulu para pendiri bangsa sudah memberikan kontribusi yang sangat bermakna bagi persiapan Indonesia merdeka. Karena itu, generasi muda sekarang juga harus mulai mempersiapkan diri dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.”

Belajar dari Tokoh Muda di Masa Perjuangan

HNW mengajak generasi muda Sumatra Barat mempelajari perjalanan tokoh-tokoh asal Ranah Minang yang telah berkontribusi dalam sejarah Indonesia.

Ia mencontohkan Mohammad Hatta yang sejak usia muda aktif dalam pergerakan kebangsaan. Hatta disebut HNW sebagai salah satu contoh bahwa anak muda dapat mengambil peran dalam membangun gagasan dan memperjuangkan masa depan bangsa.

Selain Hatta, HNW menyebut Sutan Sjahrir, Mohammad Yamin, Mohammad Natsir, hingga Haji Oemar Said Tjokroaminoto sebagai tokoh yang dapat menjadi referensi bagi generasi muda.

HNW juga menyoroti Rahmah El Yunusiyyah, tokoh perempuan asal Sumatra Barat yang mendirikan Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang pada 1923 ketika usianya belum genap 23 tahun.

Menurut HNW, kiprah para tokoh tersebut menunjukkan bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, organisasi, pemikiran, dan kegiatan sosial.

“Menjadi muda bukan alasan untuk tidak berbuat sesuatu bagi bangsa. Justru pada usia muda itulah seseorang dapat mulai membangun gagasan, meningkatkan kapasitas, berorganisasi, dan memberikan kontribusi.”

Empat Pilar Jadi Bekal Generasi Muda

HNW menilai pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI penting bagi generasi muda. Empat Pilar yang disosialisasikan MPR mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Ia mengatakan pemahaman tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika generasi muda menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tantangan pembangunan.

“Sosialisasi Empat Pilar itu sangat penting karena merupakan bagian dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang harus dijalankan untuk kemaslahatan bangsa, termasuk generasi mudanya.”

Generasi Z Dipersiapkan Menuju 2045

HNW mengatakan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga karakter, integritas, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan.

Menurutnya, generasi muda saat ini akan berada pada posisi penting ketika Indonesia memasuki 2045. Karena itu, persiapan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi perlu dimulai sejak sekarang melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, organisasi, kreativitas, dan kontribusi sosial.

Gagasan tersebut juga disampaikan HNW dalam kegiatan MPR lainnya yang menekankan pentingnya generasi Z mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

“Mereka yang akan sukses di era Indonesia Emas adalah generasi berkualitas emas.”

HNW menekankan bahwa mempelajari sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu. Menurutnya, pengalaman para tokoh bangsa dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi sekarang dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak menunggu usia atau jabatan tertentu untuk mulai berkontribusi, tetapi memanfaatkan kemampuan yang dimiliki sejak sekarang.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Rabu (16/9/26).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap