Rumah Paritrana Segera Dibuka di Sukoharjo, Angkat Potensi Herbal Nusantara

oleh
Rumah Paritrana yang digagas Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) akan segera dibuka di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan mengangkat potensi rempah dan tradisi jamu Nusantara.
8.1K pembaca

Rumah Paritrana yang digagas Organisasi Kemasyarakatan Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) akan segera diluncurkan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tempat tersebut disiapkan sebagai wadah kegiatan masyarakat yang mengangkat kesehatan jasmani dan rohani serta pemanfaatan rempah-rempah dan herbal sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.

Rumah Paritrana berlokasi di Jalan Sidomukti RT 01 RW 10, Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ketua IPI sekaligus penggagas Rumah Paritrana, Bagus Hartawan, mengatakan nama Paritrana memiliki makna pertolongan. Istilah tersebut diambil dari bahasa Sanskerta dan menjadi dasar filosofi pendirian Rumah Paritrana.

Menurut Bagus, Rumah Paritrana diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh edukasi dan kegiatan terkait kesehatan jasmani dan rohani dengan pendekatan tradisional yang bersumber dari warisan budaya Nusantara.

“Kenapa kami menggunakan kata Paritrana karena memiliki makna pertolongan yang kita ambil dari bahasa Sanskerta. Dengan maksud didirikan Rumah Paritrana adalah nanti bisa sebagai tempat untuk memberi pertolongan kepada masyarakat tentang penanganan kesehatan jasmani dan rohani secara tradisional menurut warisan budaya Nusantara,” ujar Bagus di Sukoharjo, Rabu (23/9/2026).

Filosofi Logo Rumah Paritrana

Bagus juga menjelaskan filosofi yang terdapat dalam logo Rumah Paritrana. Menurutnya, sejumlah elemen dalam logo memiliki makna yang berkaitan dengan kebermanfaatan, perlindungan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bentuk kelopak bunga yang melingkar menggambarkan keindahan dan perlindungan diri. Sementara bentuk rumah melambangkan tempat atau wadah untuk berteduh dan berkumpul bersama.

Adapun gambar pohon dan akar memiliki makna kebermanfaatan serta keikhlasan dalam pengabdian kepada sesama. Sementara matahari dimaknai sebagai simbol semangat kehidupan.

“Untuk gambar pohon dan akar memiliki makna pohon yang pentingnya memberi manfaat dan akar lambang keikhlasan pengabdian kepada sesama. Sedangkan gambar matahari memberikan semangat kehidupan kepada sesamanya,” jelas Bagus.

Hadirkan Kafe Jamu Yuge-Yuge

Selain Rumah Paritrana, IPI juga menyiapkan Kafe Jamu Yuge-Yuge. Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan keberlanjutan tradisi jamu dari generasi ke generasi.

Bagus mengatakan nama Yuge-Yuge terinspirasi dari istilah dalam Bhagavad Gita yang memiliki makna dari zaman ke zaman.

“Kami mengambil nama ini dari kitab Bhagavad Gita. Karena jamu ini akan tetap terus lestari, langgeng, yang akan bisa diminati dan akan selalu digunakan dari zaman ke zaman, mulai dari nenek moyang leluhur kita sampai sekarang,” katanya.

Menurut Bagus, Rumah Paritrana dan Kafe Jamu Yuge-Yuge memiliki keterkaitan dengan filosofi tersebut. Konsepnya diarahkan untuk mempertahankan keberadaan jamu dan pengetahuan tradisional agar tetap dikenal serta dimanfaatkan lintas generasi.

Dengan konsep tersebut, Rumah Paritrana diharapkan menjadi wadah kegiatan masyarakat sekaligus ruang untuk memperkenalkan kembali potensi rempah dan tradisi jamu Nusantara.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap