Normalisasi Saluran Gempol Payung Sepanjang 5 Km Dimulai, Petani Sukakarya Berharap Air Lancar

oleh
Para petani bergotong royong membersihkan saluran irigasi di area persawahan untuk memperlancar aliran air dan mendukung kelancaran aktivitas pertanian dalam pekerjaan normalisasi Saluran Sekunder Gempol Payung di Desa Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Pekerjaan sepanjang lima kilometer ini diharapkan membantu mengurangi risiko banjir dan menjaga pasokan air bagi lahan pertanian. (Foto: Dokumentasi Pemkab Bekasi)
4.9K pembaca

Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai melakukan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Gempol Payung sepanjang lima kilometer di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya. Pekerjaan ini ditujukan untuk membantu mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kelancaran pasokan air bagi lahan pertanian.

Normalisasi dilakukan dengan mengerahkan satu unit ekskavator untuk mengangkat sedimentasi, lumpur, dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan tersebut menjadi tindak lanjut atas kebutuhan penanganan saluran yang telah lama diusulkan pemerintah desa.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sukakarya, Siti Nurasiah, menyambut baik dimulainya pekerjaan tersebut. Ia berharap normalisasi dapat membantu mengatasi persoalan luapan air saat musim hujan dan menjaga ketersediaan air untuk pertanian ketika musim kemarau.

Menurut Siti, pendangkalan saluran selama bertahun-tahun telah mengganggu fungsi pengairan. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air berpotensi meluap ke area persawahan dan permukiman warga.

Sebaliknya, saat musim kemarau, saluran yang tidak berfungsi optimal dapat menyulitkan petani memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah.

Normalisasi Dimulai dari Sumur Penganten

Pekerjaan normalisasi SS Gempol Payung direncanakan dimulai dari kawasan Sumur Penganten menuju wilayah Sindangsari atau Putat.

Setelah penanganan di bagian tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dari sisi selatan, yakni dari kawasan Sukajadi menuju Sumur Penganten.

Pembagian tahapan pekerjaan tersebut diharapkan membantu penanganan saluran secara bertahap sehingga bagian-bagian yang mengalami pendangkalan dapat dibersihkan.

Pengangkatan lumpur dan sampah menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan fungsi saluran. Namun, efektivitas penanganan juga bergantung pada kondisi saluran secara keseluruhan, kelancaran aliran, serta pemeliharaan setelah pekerjaan selesai.

Petani Membutuhkan Saluran Irigasi yang Berfungsi Optimal

Normalisasi SS Gempol Payung tidak hanya berkaitan dengan pengendalian risiko banjir, tetapi juga kebutuhan air untuk pertanian di Kecamatan Sukakarya.

Bagi petani, kelancaran saluran irigasi berpengaruh terhadap ketersediaan air untuk mendukung kegiatan bercocok tanam. Saluran yang dangkal atau tersumbat dapat menghambat distribusi air, terutama ketika pasokan air terbatas pada musim kemarau.

Pemerintah Desa Sukakarya berharap pekerjaan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani yang bergantung pada jaringan irigasi untuk menjaga produktivitas lahan.

Pemerintah desa juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi atas dimulainya normalisasi yang sebelumnya telah diusulkan.

Risiko Banjir Masih Perlu Diantisipasi

Meski normalisasi diharapkan memperlancar aliran air, pekerjaan tersebut tidak serta-merta menjamin banjir tidak akan terjadi. Risiko genangan tetap dipengaruhi intensitas hujan, kondisi saluran lain, kapasitas drainase, serta pemeliharaan lingkungan.

Karena itu, penyelesaian pekerjaan perlu diikuti pemeliharaan saluran secara berkala dan upaya menjaga kebersihan lingkungan agar sampah tidak kembali menumpuk.

Perkembangan pengerjaan SS Gempol Payung juga perlu dipantau untuk memastikan penanganan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi warga.

Melalui normalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pemerintah desa berharap fungsi saluran irigasi semakin optimal, distribusi air untuk pertanian lebih terjaga, serta risiko luapan air ke sawah dan permukiman dapat dikurangi.

Sumber: bekasikab.go.id — informasi dikutip dari pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi mengenai normalisasi SS Gempol Payung, 15 Oktober 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap