Gempa M4,6 Guncang Perairan Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kedalaman 10 Km

oleh
Ilustrasi aktivitas gempa bumi di wilayah perairan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Data BMKG mencatat gempa bermagnitudo 4,6 terjadi pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Foto: Ilustrasi AI.
4.9K pembaca

Gempa bumi bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah perairan barat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (17/10/2026) malam. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 19.46.17 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.

Informasi tersebut tercantum dalam data gempa bumi terkini yang dipublikasikan BMKG melalui Stasiun Geofisika Denpasar. Pusat gempa berada di laut, sekitar 49 kilometer sebelah barat Kodi, Sumba Barat Daya.

Data koordinat yang dicatat BMKG berada pada 9,52 derajat Lintang Selatan dan 118,54 derajat Bujur Timur.

Data Gempa Berdasarkan Catatan BMKG

BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 4,6 dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi episentrumnya berada di perairan barat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Informasi resmi dapat diperiksa melalui laman Gempa Bumi Terkini Stasiun Geofisika Denpasar BMKG.

Data ini perlu menjadi rujukan utama dalam pemberitaan agar informasi mengenai waktu kejadian, kekuatan gempa, dan lokasi pusat gempa tidak keliru.

BMKG Mengingatkan Potensi Gempa Susulan

Pada informasi gempa yang ditampilkan di laman utama BMKG, masyarakat diingatkan agar berhati-hati terhadap kemungkinan gempa bumi susulan.

Imbauan tersebut merupakan langkah kewaspadaan terhadap aktivitas seismik. Namun, potensi gempa susulan tidak berarti gempa yang lebih besar pasti akan terjadi.

Masyarakat di sekitar wilayah terdampak disarankan mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Informasi tambahan mengenai aktivitas gempa di Indonesia dapat dipantau melalui laman resmi BMKG.

Informasi Dampak Masih Perlu Dikonfirmasi

Hingga penyusunan berita ini, data yang diperiksa belum memberikan keterangan terverifikasi mengenai jumlah korban, kerusakan bangunan, ataupun dampak lain akibat gempa M4,6 tersebut.

Karena itu, informasi mengenai ada atau tidaknya korban maupun kerusakan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan data magnitudo dan kedalaman gempa.

Masyarakat diimbau tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan jika merasakan guncangan, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan sampai dinyatakan aman.

Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan resmi terbaru dari BMKG atau instansi penanggulangan bencana setempat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap