Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Apa Penyebabnya?

oleh
Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.100 per dolar AS pada Oktober hingga November 2026. (Ilustrasi AI), Sumber foto: Ilustrasi AI/Dok. SketsindoNews.com.
4.9K pembaca

Nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Senin, 2 November 2026, rupiah ditutup melemah ke level Rp18.156 per dolar AS. Kondisi ini membuat pergerakan mata uang Garuda masih menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat.

Mengutip data perdagangan yang diberitakan Bisnis.com, rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah berada di level Rp18.161 per dolar AS.

Pelemahan tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih kesulitan kembali ke bawah level Rp18.000 per dolar AS.

Mengapa Rupiah Melemah?

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sejumlah faktor, baik dari dalam negeri maupun kondisi ekonomi global.

Salah satu faktor utama adalah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama membuat dolar AS tetap menjadi instrumen yang menarik bagi investor.

Selain itu, arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Kondisi pasar saham domestik juga menjadi perhatian setelah munculnya sentimen terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap status pasar saham Indonesia.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dan keputusan penempatan modal di pasar keuangan nasional.

Di sisi lain, data perdagangan Indonesia masih menunjukkan surplus. Pada September 2026, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$3,36 miliar.

Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan surplus Agustus 2026 yang mencapai US$3,55 miliar.

Bank Indonesia Siapkan Langkah Menjaga Rupiah

Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebelumnya menegaskan bahwa bank sentral terus memantau perkembangan rupiah dan siap melakukan intervensi di pasar keuangan.

Pada perdagangan 26 Oktober 2026, rupiah sempat menyentuh Rp18.133 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

BI juga menggunakan sejumlah instrumen, termasuk intervensi melalui transaksi spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar valuta asing sekaligus memperkuat daya tarik aset keuangan dalam negeri.

Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen.

Bank sentral juga memperkuat insentif instrumen DNDF lindung nilai untuk mendorong masuknya modal asing dan menjaga stabilitas rupiah.

Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak di Rp18.100–Rp18.200

Menghadapi perdagangan Selasa, 3 November 2026, rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan.

Analis pasar keuangan Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Menurutnya, investor masih cenderung berhati-hati di tengah perkembangan pasar keuangan dan berbagai sentimen ekonomi global.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah perlu dicermati karena dapat memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, serta sejumlah produk yang menggunakan bahan baku impor.

Meski demikian, dampaknya terhadap harga barang di dalam negeri tidak selalu terjadi secara langsung. Besarnya pengaruh bergantung pada ketergantungan terhadap bahan baku impor, biaya distribusi, dan kebijakan masing-masing pelaku usaha.

Perkembangan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta efektivitas kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia.

Sumber Berita:

  1. Bisnis.com – Rupiah Ditutup Melemah Sentuh Rp18.156 per Dolar AS Hari Ini (2/11/2026): https://market.bisnis.com/read/20261102/93/2017634/rupiah-ditutup-melemah-sentuh-rp18156-per-dolar-as-hari-ini-211
  2. IDN Times – Investor Masih Hati-hati, Rupiah Melemah Tipis Sore Ini: https://www.idntimes.com/business/economy/investor-masih-hati-hati-rupiah-melemah-tipis-sore-ini-00-3m8tp-jhnwjn
  3. Bank Indonesia – Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2026: https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Laporan-Kebijakan-Moneter-Triwulan-III-2026.aspx
  4. Katadata – Rupiah Tembus 18.100 per Dolar AS, Ini Kata BI: https://katadata.co.id/finansial/makro/6adf1770c4a02/rupiah-tembus-18100-per-dolar-as-ini-kata-bi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap