Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Tren Influenza Nasional Turun, Kemenkes Pantau H3N2 Subclade K

18.9K pembaca

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Meski subclade ini terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza nasional justru menunjukkan penurunan memasuki awal 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa virus Influenza H3N2 bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.

“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pada pertengahan Januari 2025, subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia. Namun, berdasarkan pemantauan, tren kasus influenza di Tanah Air terus menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar dr. Prima.

Gambar

Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 tercatat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan terbanyak berada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan menurun sejak minggu ke-44, bahkan tidak ada penambahan kasus baru sejak minggu ke-52.

Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

dr. Prima menambahkan bahwa laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang sudah ada sebelumnya.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, namun dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelasnya.

Kemenkes terus melakukan surveilans influenza secara ketat di fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara, termasuk pemeriksaan laboratorium serta analisis genom virus, guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit terutama bagi kelompok rentan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap