Back

Media Terpercaya

Kasatpel UMKM Jangan Jadi Pemicu Internal Pedagang Yang Sudah Maju Cara Berpikir

Jakarta, sketsindonews – Posisi Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi Kecil dan Menengah (PPKUKM) di tingkat Kecamatan dalam tugas peran dalam memajukan pembinaan ekonomi kreatif (JP) serta pengawasan terhadap PKT (Program Kewirausahaan Terpadu) hanya isapan jempol, banyak persoalan muncul bahkan menjadi friksi oleh karena bukan menyelesaikan masalah namun ikut menjadi pemicu untuk membuat tak kondusif hasil dari binaan.

Banyak para calon wirausaha atau JP mengirim keluhan kepada sketsindonews terkait banyak keputusan dan keinginan sepihak tanpa melihat persoalan prioritas bahkan mengadu domba untuk membuat kisruh internal antar pedagang.

“Mereka bukan saja tidak proaktif bahkan kini tak lagi untuk membina sesuai langkah langkah strategis pengembangan dari menciptakan entrepnership, justru sebaliknya membuat kegaduhan dengan menggunakan alat LSM bayaran untuk mengganti beberapa kordinator pedagang yang tidak satu visi,” ujar Pur (34) salah satu pedagang Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Minggu (09/02/20).

Dirinya bersama pedagang pernah berkirim kepada pihak Dinas UMKM untuk minta Kasatpel di evaluasi bahkan untuk diganti, namun hal tersebut tidak membuahkan hasil, karena di lindungi oleh pejabat.

“Untuk itu kami bicara saja sama awak media sebagai salah satu bentuk aduan karena banyak persoalan internal kami merasa di obok – obok oleh pemikiran kerdil Kasatpel di Kecamatan yang tidak punya program tapi kami yang potensi secara mandiri di intervensi oleh para pemengku kebijakan diwilayah mendengar sepihak,” ungkapnya.

“Jangan adili kami secara sepihak pedagang itu punya suara dalam hal berpendapat dan pemikiran konstruktif terlebih kordinator itu diangkat oleh pedagang bukan oleh pemerintah.” tambah Pur.

Hasil dari PKT itu tak banyak diharapkan, kami pun sadar untuk membangun lebih professional kami membentuk Lembaga Koperasi sebagai lembaga secara hukum dalam membangun ekspansi pasar usaha kami untuk lebih maju dan mandiri.

“Jangan yang sudah bagus kami dibenturkan oleh sektrerian aliran atau suku, ras. Kewirausahaan itu Nasional bukan suku, apakah mereka membina kan tidak,” tambah Dede (45) warga Johar Baru.

Dia pun menyarankan Kadis PPKUKM Provinsi DKI Jakarta agar mengevaluasi para Kasatpel tersebut, karena tidak mampu menjalankan tugas sebagai Kasatpel sesuai Tupoksi termasuk tugas PJLP itu bukan spionase membuat laporan saja tapi bagaimana mereka juga bisa berkolaboratif membahas berbagai masalah informasi. “Jangan informasi itu sepenggal untuk diambil kesimpulan,” tambah Dedeh dengan nada kesal.

Kurang Proaktif dan Sosialisasi

“Kurang sosialisasi dan kurang proaktif dalam membina pedagang PKT akan berpengaruh. Sehingga kurang diminati pedagang. Bahkan pada kegiatan event bazar para Kasatpel tidak pernah hadir,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan salah satu Pedagang yang tergabung dalam PKT Kecamatan Cempaka Putih dan Johar Baru bahwa, Kasatpel kecamatan ini juga kurang proaktif dalam membina pedagang PKT.

“Selain, tidak pernah hadir di acara bazar Kasatpel ini juga kurang berinovasi, kreatif dalam mengedukasi untuk merangkul serta membina pedagang PKT,” tandasnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.