Kami berdiam diri, tak jauh 5 KM dari istana negeri
Di tengah kota metropolitan yang penuh gengsi dan takabur
Lalu lalang pejabat negeri
Gedung pencakar langit menjulang tinggi
Perubahan iklim terus kami alami sosialisasi hidup terus berjalan
Upaya adaptasi dan mitigasi
Dahulu, lingkungan kota lebat
Mata air di dalamnya tak pernah mengesat, itulah kampung proklim
Pepohonan rindang berdaun lebat
Udara sejuk dan lingkungan sehat membuat paru paruku begitu lapang….
Kini, lingkungan kota terbabat
Oleh mereka bernama konglomerasi dan investasi
Akibat kurangnya pengawasan aparat…
Masyarakat seenaknya berbuat
Krisis air melanda rakyat
Panasnya matahari sungguh menyengat ulah manusia yang moralnya bejat
Kiranya ini menjadi tadabbur dan nasehat
Kepada semua rakyat dan sahabat
Kalau tak ingin mendapat laknat
Kini prahara lingkungan secara perlahan mulai menggeroti
Alam tak kembali bersahabat
Ya Allah Ya Robbi
Maafkanlah segala kesalahan kami, pemimpin kami, yang lalai dan tidak peduli dengan lingkungan hidup yang berada disekitar kami
Ya Allah Ya Robbi
Berilah petunjuk kepada pemimpin kami agar tidak mementingkan diri sendiri
Ya Allah Ya Robbi
Kami berlumuran dosa, kesalahan, ampunilah kami, tolonglah warga kami dari ketertindasan, pembiaran, nikmat rasanya infrastruktur di lingkungan kami, sehingga warga bisa merawat, menjaga dan melestarikan alam ini.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim
Kupasrahkan jiwa raga kami ke hadirat Mu
Robbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqoball du’a
Robbi adkhilni mudkhala sidqin wa akhrijni mukhraja sidqin waja’alli min ladunka sulthonan nasiira
Wahai Tuhanku masukkanlah daku dengan cara baik dan keluarkanlah dengan cara baik, jadikan kami di sisi Mu satu keterangan yang menolong, dan segala pujian pujian hanya bagiMu, Wahai Tuhan Kami,
Aamiin..
by joko sarjono alias edan
edukasi, dedikasi, aksi and Now








