Pamekasan, sketsindonews – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mengumpulkan empat bupati untuk menyatukan visi membangun Madura.
Masing-masing bupati, di antaranya adalah Bupati Sumenep Busyro Karim, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Bupati Sampang Slamet Junaidi, dan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.
Kegiatan koordinasi tersebut dilanjut dengan penandatanganan kesepakatan yang disaksikan oleh Plt Kepala BPWS Achmad Herry Marzuki.
Menurut Achmad Herry, pertemuan dengan empat kepala daerah tersebut untuk menyatukan persepsi dalam memajukan Madura.
Sebab pihaknya telah memasukkan empat bupati Madura dalam draft Peraturan Presiden (Perpres) sebagai bagian kepengurusan dari BPWS, yakni sebagai penasihat.
“Selain itu, kami juga menambahkan tokoh masyarakat yang sudah dipilih oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah,” kata Achmad Herry, Rabu (26/8).
Ia menyampaikan, pelaksanaan pembangunan di Madura akan berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah daerah. Oleh sebab itu, pihaknya berharap bupati di Madura tidak perlu khawatir akan terjadi tumpang tindih program.
“Tidak perlu merasa khawatir, karena BPWS tidak akan menggangu kewilayahan empat kabupaten di Madura,” janjinya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mewakili pimpinan kepala daerah lainnya di Madura berharap agar sinergitas pemerintahan di empat kabupaten di Madura bisa terus terjaga. Sehingga, pembangunan Jembatan Suramadu berdampak terhadap perekonomian warga Madura.
Baddrut mewakili pejabat lainnya di Madura, punya cita-cita tinggi dalam memajukan Pulau Madura di pentas nasional. Dari itu, antar pihak dan berbagai elemen harus punya keinginan yang sama.
“Di Jatim ini kemiskinan memang daerah di Madura ada dan di wilayah tapal kuda. Kami berharap Madura ini bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” kata Baddrut.
Bagi dia, pembangunan yang terintegratif akan mendorong kemajuan dan kemakmuran bersama. Dari itu saat ini sudah seharusnya empat kabupaten di Madura mampu bangkit dengan saling merangkul satu sama lain.
Bahkan dirinya pernah mengusulkan terkait sebutan Gerbang Kertosusila (Gresik Bangkalan Mojokerto Surabaya Sidoarjo Lamongan) diubah menjadi Germa (Gresik Madura).
“Pemikiran kami Jembatan Suramadu nanti menjelma sebagai jembatan kesejahteraan dan jembatan kemakmuran,” singkat Baddrut.
(Adv/adv)










