Kedelai Terus Naik, Pengrajin Tempe Lakukan Aksi Mogok

oleh
29.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Pengrajin tahu tempe DKI Jakarta akan melakukan mogok selama 3 hari mulai
tanggal 1 – 3 Januari 2021 setelah pemasok kacang kedelai import kini alami kesulitan.

Sejak tahun 2008 pemerintah tidak pernah lakukan swasembada kedelai bagi petani hingga saat ini pengrajin tahu tempe selalu mengandalkan produk kacang kedelai import serta selalu dilakukan permainan harga oleh para importir kedelai di Indonesia.

Menurut Ketua Puskopti DKI Jakarta H.Sutaryo saat dikonfirmasi, sabtu (02/01/21) mengatakan, mogok tersebut karena sulitnya kacang kedelai didapatkan pengrajin tahu tempe, dimana harga sebelumnya perkwintal mencapai To. 720.000,- saat ini kenaikan 20% atau harus saat ini Rp.920.000 kenaikan 200 ribu rupiah.

Gambar

Seiring itu pihaknya akan lakukan mogok untuk pihak pengrajin lakukan penyesuain harga untuk konsumen dipasar. Dilihat dari upaya ini diharapkan kenaikan adanya kelangkaan kedelai pihak konsumen juga memahami atas harga kedelai import terus naik.

“Secara normatif kenaikan ini perlu dilakukan oleh pengrajin untuk merubah pembuatan serta potongan tempe untuk dipasarkan kepasar tradisional hanya sampai kisaran kenaikan seribu rupiah hingga dua ribu rupiah,” jelasnya.

Dalam pantauan sketsindonews.com saat dihubungi pengrajin Tempe Serdang Kemayoran Suharno (40) mengatakan, pihaknya sementara ini tidak lakukan pembuatan produksi tempe karena kenaikan harga kedelai semakin tinggi di pasaran.

“Saat ini kami tak naikan harga seperti normal saja, walau kita tertatih hingga sejak 6 bulan lalu, dari harga 63 ribu rupiah hingga 65 ribu rupiah dan terus naik,” ucapnya.

“Kami akan tetap berjualan dipasaran untuk keseragaman jangan sampai ini menjadi masalah sesama pengrajin tempe, mengingat kondisi saat ini kenaikan ini akan berdampak pada produk lain yang bahannya mengandalkan kacang kedelai,” tutupnya.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap