Ketua Umum DPP BARA JP, Willem Frans Ansanay, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional, khususnya sektor kelistrikan, menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju. Menurutnya, pasokan listrik yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi penjelasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah pada periode sebelumnya.
Menurut Frans, berdasarkan keterangan Menteri ESDM, gangguan pasokan listrik bukan disebabkan oleh kelangkaan batu bara nasional. Pemadaman lebih dipengaruhi oleh kendala teknis operasional di sejumlah pembangkit listrik serta kebutuhan pemeliharaan fasilitas yang harus segera dilakukan.
Selain itu, terdapat tantangan dalam penyediaan batu bara kalori menengah sekitar 5.200 kalori yang dibutuhkan oleh beberapa pembangkit. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak pada ketersediaan batu bara nasional secara keseluruhan. Pemerintah juga terus mengambil langkah strategis untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional.
Frans menyebut stok batu bara untuk pembangkit listrik nasional saat ini dalam kondisi aman. Karena itu, perhatian perlu diarahkan pada peningkatan keandalan infrastruktur, penguatan sistem operasional, serta manajemen pembangkit yang lebih efektif guna mencegah terjadinya gangguan listrik di masa mendatang.
DPP BARA JP juga menyoroti keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir dan biaya listrik yang dinilai membebani sebagian pelanggan. Menurut Frans, berbagai persoalan tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh dan transparan agar tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap sektor ketenagalistrikan.
Ia menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan sektor kelistrikan harus ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Proses pengawasan dan evaluasi harus dilakukan secara objektif, profesional, dan berdasarkan fakta agar tata kelola kelistrikan nasional semakin baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BARA JP juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Direksi PLN yang baru ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Juni 2026.
Frans berharap direksi baru mampu meningkatkan kualitas layanan kelistrikan nasional, memperkuat keandalan sistem, serta menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kepentingan publik, BARA JP juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat apabila ditemukan dalam pengelolaan sektor kelistrikan.
Menurut Frans, tata kelola yang profesional dan transparan merupakan kunci menjaga ketahanan energi nasional. Keandalan listrik tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai sektor strategis.
“Menjaga keandalan listrik nasional bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang menjaga fondasi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.







