Kepala KSP Dudung Pimpin Peluncuran Buku dan Simposium Ekonomi Politik Pancasila

oleh
Poster peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia
18K pembaca

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dijadwalkan memimpin peluncuran buku pemikiran ekonom nasional Soemitro Djojohadikusumo sekaligus Simposium Nasional bertajuk “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB ini bertujuan mendorong lahirnya gagasan strategis dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional di tengah tantangan global.

Penyelenggara menilai Indonesia memerlukan arah pembangunan ekonomi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Berbagai tantangan, mulai dari krisis keuangan global, pandemi Covid-19, hingga dinamika geopolitik internasional menjadi alasan pentingnya penguatan sistem ekonomi nasional.

Kehadiran Kepala KSP dinilai menjadi simbol bahwa pembahasan mengenai perekonomian nasional bukan sekadar wacana akademik, tetapi bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.

Peluncuran buku tersebut mengangkat kembali pemikiran Soemitro Djojohadikusumo yang menempatkan pembangunan ekonomi sebagai instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial, kemandirian bangsa, produktivitas, serta kesejahteraan rakyat.

Dalam simposium nasional itu, para akademisi, ekonom, birokrat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga generasi muda akan berdiskusi mengenai urgensi pembentukan Undang-Undang Perekonomian Nasional sebagai payung hukum pembangunan ekonomi jangka panjang.

Forum tersebut juga mengangkat konsep Ekonomi Politik Pancasila sebagai paradigma pembangunan yang menempatkan negara sebagai pengarah pembangunan, menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keadilan, memperkuat industri nasional, melindungi sektor strategis, serta mendorong inovasi dan penguasaan teknologi.

Penyelenggara menilai kekuatan bangsa pada era modern tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, industri, pembiayaan, dan pasar domestik.

Melalui peluncuran buku dan simposium ini diharapkan lahir kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, dan generasi muda untuk memperkuat sistem perekonomian nasional yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nusantara Centre bekerja sama dengan Banrehi dan Universitas Nusantara, serta didukung oleh Ethos Group Indonesia, PT Hamasa, dan PT Sandi Jasa Estika.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap