Harga Beras, Cabai, dan Telur Hari Ini: Cek Sebelum Belanja

oleh
Warga memilih beras, cabai, telur, dan kebutuhan pokok lainnya di pasar tradisional. Harga bahan pangan dapat berbeda menurut wilayah, jenis komoditas, dan pedagang. (Foto: Ilustrasi AI)
7.2K pembaca

Harga bahan pokok menjadi perhatian warga menjelang akhir Oktober 2026. Beras, cabai, dan telur ayam merupakan komoditas yang banyak dibeli rumah tangga, sehingga perubahan harga ketiganya dapat memengaruhi pengeluaran harian.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan diberitakan ANTARA pada Selasa (20/10/2026), harga sejumlah komoditas pangan menunjukkan pergerakan yang berbeda. Sebagian komoditas tercatat turun, sementara harga cabai masih berada pada tingkat yang relatif tinggi.

Data tersebut menjadi acuan untuk melihat perkembangan harga pangan sebelum warga berbelanja. Namun, harga di pasar tradisional dapat berbeda menurut daerah, jenis barang, dan pedagang.

Harga Beras, Cabai, dan Telur per 20 Oktober 2026

Berikut sejumlah harga pangan tingkat eceran nasional yang dilaporkan berdasarkan data PIHPS pada 20 Oktober 2026:

  • Beras kualitas bawah I: Rp15.250 per kilogram.
  • Beras kualitas bawah II: Rp14.650 per kilogram.
  • Beras kualitas medium I: Rp16.450 per kilogram.
  • Beras kualitas medium II: Rp16.350 per kilogram.
  • Beras kualitas super I: Rp17.500 per kilogram.
  • Beras kualitas super II: Rp17.150 per kilogram.
  • Cabai rawit merah: Rp102.250 per kilogram.
  • Cabai merah besar: Rp67.400 per kilogram.
  • Cabai merah keriting: Rp85.150 per kilogram.
  • Telur ayam ras segar: Rp28.400 per kilogram.

Data tersebut dikutip dari laporan ANTARA mengenai harga pangan Selasa, 20 Oktober 2026.

Perlu diperhatikan, angka di atas merupakan harga rata-rata nasional berdasarkan kategori komoditas tertentu, bukan harga pasti di setiap pasar. Warga sebaiknya membandingkan harga di beberapa pedagang sebelum memutuskan berbelanja.

Harga Cabai Perlu Mendapat Perhatian

Dari komoditas yang dipantau, cabai rawit merah tercatat mencapai Rp102.250 per kilogram pada 20 Oktober 2026. Harga cabai merah besar dan cabai merah keriting juga berbeda cukup jauh, sehingga konsumen perlu memastikan jenis cabai yang dibandingkan.

Perbedaan harga tersebut dapat berkaitan dengan pasokan, biaya distribusi, kondisi panen, serta permintaan di masing-masing daerah. Karena itu, perubahan harga di tingkat nasional belum tentu sama dengan kondisi di pasar setempat.

Untuk rumah tangga yang ingin menekan pengeluaran, membeli cabai sesuai kebutuhan, membandingkan harga antarlapak, dan memilih alternatif bahan masakan dapat membantu mengendalikan belanja harian.

Harga Berbeda Antarwilayah

Harga bahan pokok tidak selalu seragam di seluruh Indonesia. Perbedaan jalur distribusi, jarak dari sentra produksi, biaya angkutan, dan ketersediaan barang dapat memengaruhi harga yang dibayar konsumen.

Warga dapat memeriksa perkembangan harga melalui Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional serta PIHPS Nasional Bank Indonesia.

Panel Bapanas menyediakan pemantauan harga menurut komoditas dan wilayah. Sementara itu, PIHPS memungkinkan pengguna melihat harga berdasarkan jenis komoditas dan daerah pemantauan.

Penting: Angka dalam artikel ini mengacu pada data yang diberitakan untuk 20 Oktober 2026, bukan konfirmasi harga langsung pada setiap pasar tanggal 21 Oktober 2026. Perubahan terbaru dan data per daerah perlu diperiksa kembali pada panel resmi sebelum publikasi.

Tips Belanja agar Pengeluaran Tetap Terkendali

Warga dapat melakukan beberapa langkah sederhana sebelum berbelanja kebutuhan pokok:

  1. Membuat daftar kebutuhan dan anggaran belanja.
  2. Membandingkan harga di beberapa pedagang atau pasar.
  3. Memeriksa kualitas dan jenis komoditas agar perbandingan harga setara.
  4. Membeli bahan pangan sesuai kebutuhan untuk mengurangi pemborosan.
  5. Memantau pembaruan harga melalui sumber resmi pemerintah.

Pemantauan harga pangan secara berkala dapat membantu masyarakat memperkirakan kebutuhan belanja dan mengenali perubahan harga. Dengan membandingkan harga berdasarkan wilayah dan jenis komoditas, warga dapat mengambil keputusan belanja yang lebih terencana.

Sumber:

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap