Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memperkenalkan website Jamur Betawi sebagai sarana pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Platform tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Jumat Beli Lokal (JBL) melalui sesi live shopping di Lobby Gedung Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan itu, Munjirin tampil bersama penggiat UMKM Bayu Oktara dan None Jakarta Timur Thana Mutia Pramadono. Mereka turut mempromosikan produk lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Munjirin menjelaskan, website jamurbetawi.com menghimpun berbagai produk UMKM Jakarta Timur, baik yang telah menjadi bagian dari program Jakpreneur maupun yang belum bergabung.
Melalui platform tersebut, masyarakat dari Jakarta Timur maupun daerah lain dapat mengenal dan membeli produk unggulan pelaku usaha lokal.
“Ini salah satu aplikasi atau website yang menghimpun seluruh produk UMKM yang masuk Jakpreneur atau belum, yang bisa diakses warga Jakarta Timur atau luar Jakarta Timur. Mereka bisa membeli atau mengetahui produk-produk Jakarta Timur di sini,” ujar Munjirin.
Ia mengatakan, program Jumat Beli Lokal menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk membantu pelaku UMKM memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkenalkan produk mereka kepada konsumen.
Munjirin juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan berbelanja hasil usaha pelaku UMKM. Pemerintah kota, lanjutnya, siap memberikan pendampingan kepada warga yang ingin memulai usaha.
“Saya berharap kepada warga Jakarta Timur, kami pasti berbuat yang terbaik bagi warga. Untuk warga yang ingin membuka usaha, kita bisa membantu mendampingi mereka,” katanya.
Transaksi Jumat Beli Lokal Capai Rp60 Juta
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi, mengatakan Jumat Beli Lokal menjadi wadah promosi sekaligus pemasaran produk unggulan UMKM.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai 4 November dan dijadwalkan berakhir pada 9 November 2026. Selama pelaksanaan, produk UMKM dipasarkan melalui sesi live shopping untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.
Berdasarkan data hingga wawancara berlangsung pada 6 November 2026, nilai transaksi dalam kegiatan tersebut telah mencapai sekitar Rp60 juta. Jumlah itu diperkirakan masih bertambah hingga program berakhir.
“Alhamdulillah, sampai saat wawancara ini sudah terkumpul kurang lebih Rp60 juta pembelanjaan dari warga-warga yang ada di Jakarta Timur dan sekitarnya. Insyaallah nanti sampai tanggal sembilan sudah pasti akan bertambah lagi,” ungkap Andi.
Pemkot Dorong UMKM Masuk Pasar Digital
Pengenalan Jamur Betawi dan pelaksanaan Jumat Beli Lokal menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pemasaran digital.
Dengan akses pemasaran yang lebih luas, produk lokal diharapkan memiliki peluang menjangkau konsumen di luar wilayah Jakarta Timur. Dukungan masyarakat melalui pembelian produk juga diharapkan membantu keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Erind Chrisnina Prasetyo, Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Nuruning Septarida, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Taufik Yulianto, serta Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yayang Kustiawan.






