Saksi Cagub Kepri 01 Jadi Korban Penganiayaan

oleh
19.8K pembaca

Tanjungpinang, sketsindonews – Jaliuddin salah satu saksi paslon Gubernur Kepri 01 menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 14, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Jum’at (1012/20).

Saat di hubungi Sketsindo lewat via telpon, Jaliuddin membenarkan aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

“Ia mencereritakan kronologis kejadianya, Pagi itu dirinya datang ke TPS 14 untuk menyerahkan Surat saksi paslon pilgub 01 ke Panitia KPPS. Ia pun langsung bertanya kepada KPPS, berapa total kertas suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri sebelum di coblos oleh warga pemilih?.

Gambar

“Salah seorang KPPS menjawab, lihat dipapan informasi ada sebanyak 221. Oke makasih pak,” ucap Jaliuddin menirukan jawaban KPPS saat itu.

Masih dalam suasana pencoblosan, Jaliuddin menyaksikan seorang perempuan bersama seorang yang diduga anaknya datang untuk mencoblos dengan menggunakan kendaraan roda empat. Ia pun langsung sontak menanyakan identitas kedua orang tersebut kepada KPPS.

“Kemudian jaliuddin tanyakan lagi sama KPPS. Mereka hanya diam saja,” ucap udin.

Ringkas cerita sampailah pada perhitungan suara yang di lakukan oleh KPPS bersama saksi lainnya dan sejumlah warga. Siasa kertas suara 77 lembar, sedangkan kertas yang di coblos di bilik suara sebanyak 144. Jadi total kertas suara berjumlah 221 lembar.

“Sekali kami hitung ternyata beda jumlah, menjadi 145. Saya tanyakan lagi, kok ada sisa Pak? Biasalah katanya. Jaliuddin menampik jelasin dulu pak, saya tak faham. Jujur pak ada dari mana itu? Terselip katanya,” ucap uddin saat tanya jawab sama KPPS saat itu.

Akhirnya terjadi perdebatan panjang saat itu, sehingga uddin memukul meja sekali namun tak merusak logistik pemilu di TPS.

“Lansung mereka berdiri hantam saya, dan saya lari dari meja ke luar dari dalam TPS. Di situ mereka mengeroyok saya ramai-ramai. Ada yang memegang, mukul, ada yang menendang dari belakang,” jelasnya.

Mereka berhenti menganiaya dirinya, setelah ada seorang perempuan di lokasi kejadian berteriak minta tolong untuk hentikan pengeroyokan itu.

“Ada ibu-ibu berkata tolong bapak iti, kasihan udah tua. Akhirnya ada seorang bapak-bapak datang membantu dan memisahkan,” terangnya.

Setelah itu, uddin langsung pulang untuk membuat berita laporan, sebab dirinya tidak terima hasil perhitungan tersebut.

Kemudian jaliuddin bergegas ke kantor polisi untuk melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, mengatakan pihaknya telah menerima laporan atas nama Jaliuddin (49), korban penganiayaan di TPS 14, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Saat ini, kata Reza, tengah melakukan proses penyelidikan dan melengkapi administrasi penyelidikannya, sesuai LP-B/139/XII/2020/Kepri/SPK-Res Tpi.

“Iya benar, laporannya kemarin, Kamis 10 Desember 2020,” ucap Reza saat di hubungi seketsindo melalui pesan singkat pada, Jumat (11/12/2020).

Sementara itu, Jaliuddin mengatakan bahwa dirinya sebagai saksi di TPS 14 itu, untuk Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 1, Soerya-Iman (SInergi).

“Saya dikeroyok, dikepung, dipukul, ditendang sekitar 7 orang KPPS,” ucap Jaliuddin sambil merintih kesakitan.

“Untuk melengkapi barang bukti ke Polisi Saya lansung ke Rumah Sakit RAT Provinsi Kepri, untuk di lakukan visum,” imbuhnya.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap