PT San Traktor Indonesia Bawa Shantui ke Mining Expo 2026

oleh
PT San Traktor Indonesia menampilkan alat berat merek Shantui dalam ajang Mining Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kehadiran Shantui menjadi bagian dari strategi STI menawarkan solusi alat berat dengan fokus pada efisiensi biaya operasional.
17.4K pembaca

PT San Traktor Indonesia (STI), bagian dari Multi Power Group, membawa merek alat berat Shantui dalam ajang Mining Expo 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Bersama PT Multi Power Aditama dan PT Haneagle Heavyparts Indonesia, STI mengusung tema “The Solution for Efficiency”. Fokusnya adalah menawarkan solusi alat berat, komponen, dan layanan yang dapat mendukung produktivitas sekaligus menekan biaya operasional di sektor pertambangan.

STI menjadi salah satu ujung tombak Multi Power Group dalam pemasaran alat berat merek Shantui. Perusahaan menilai kebutuhan terhadap alat berat dengan biaya operasional kompetitif semakin penting di tengah persaingan industri pertambangan.

Berpengalaman Lebih dari 35 Tahun

Multi Power Group telah beroperasi sejak 1991 dan memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri alat berat. Grup ini awalnya dikenal melalui bisnis suku cadang dan undercarriage sebelum mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih luas.

Keahlian sebagai Undercarriage & Ground Engaging Tools (G.E.T) Specialist menjadi salah satu fondasi bisnis grup tersebut, dengan fokus pada peningkatan usia pakai komponen, keandalan unit, serta efisiensi biaya operasional.

Ekosistem Multi Power Group ditopang tiga entitas utama, yakni PT Multi Power Aditama yang berfokus pada undercarriage dan G.E.T, PT San Traktor Indonesia sebagai penyedia alat berat Hyundai, Shantui, dan Dongfeng, serta PT Haneagle Heavyparts Indonesia yang bergerak dalam distribusi suku cadang untuk big digger.

“Kami tidak hanya menjual satu unit alat. Kami ingin masuk ke ekosistem pertambangan, dari komponen, unit, sampai layanan purna jual,” ujar perwakilan manajemen Multi Power Group, Joseph Effendy, dalam keterangan resminya.

Shantui Fokus pada Efisiensi

Joseph mengatakan pasar alat berat Indonesia masih memiliki peluang yang besar. Namun, menurutnya, strategi bisnis tidak dapat hanya mengandalkan transaksi penjualan unit.

“Pasar Indonesia secara umum masih memiliki peluang. Politik berganti, ekonomi bergerak, harga komoditas naik-turun. Kalau kami hanya bertumpu pada satu sektor, kami yang akan kesulitan. Karena itu, fleksibilitas menjadi kunci,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, Shantui diposisikan sebagai salah satu merek yang menawarkan kombinasi harga, fleksibilitas, dan efisiensi biaya operasional.

“Shantui merupakan salah satu mitra kami yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi, dengan struktur biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan merek-merek premium,” kata Joseph.

Ia menegaskan, keunggulan Shantui tidak semata-mata terletak pada harga pembelian.

“Saya tidak akan mengklaim ini yang termurah. Namun, efisiensi biayanya memang nyata. Yang perlu dilihat adalah perspektif jangka panjang, minimal lima tahun ke depan,” tegasnya.

Efisiensi Dilihat dari Total Biaya Operasional

Multi Power Group menilai efisiensi alat berat tidak cukup diukur berdasarkan harga pembelian. Perhitungan juga harus mencakup total biaya kepemilikan dan operasional selama unit digunakan.

Hal tersebut mencakup pemilihan komponen, layanan purna jual, usia pakai komponen, risiko downtime, hingga biaya operasional per jam atau cost per hour.

“Bagi kami, efisiensi bukan hanya mengenai harga komponen saat pembelian. Yang lebih penting adalah bagaimana komponen tersebut dapat bekerja secara optimal, memiliki lifetime yang sesuai dengan kondisi operasional, mengurangi risiko downtime, dan pada akhirnya memberikan cost per hour yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Joseph.

Menyesuaikan Perubahan Industri Pertambangan

Industri pertambangan memiliki siklus yang dipengaruhi kondisi ekonomi dan harga komoditas. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan penyedia alat berat maupun komponen.

Menurut Joseph, perubahan komposisi komoditas juga mendorong perusahaan untuk menyesuaikan produk dan layanan.

“Komposisi pasar mulai bergeser. Batu bara dan sawit tetap menjadi tulang punggung, tetapi kami melihat pertumbuhan yang cepat di nikel, emas, pasir silika, bauksit, timah, dan tembaga. Masing-masing punya karakter operasional yang berbeda, dan itu yang kami pelajari,” katanya.

Ia menilai industri pertambangan akan tetap memiliki peran penting meskipun komoditas yang menjadi fokus pasar dapat berubah.

“Industri pertambangan tidak akan hilang, yang berubah hanya komoditasnya. Karena itu, kami terus belajar sebab setiap komoditas punya karakter dan tantangan yang berbeda,” ujarnya.

Kehadiran Shantui melalui STI menjadi bagian dari strategi Multi Power Group untuk menyediakan pilihan alat berat yang dapat menyesuaikan kebutuhan pelanggan di tengah perubahan komoditas dan tekanan biaya operasional.

Layanan Purna Jual Jadi Andalan

Selain produk, Multi Power Group menempatkan layanan purna jual sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Perusahaan berupaya mendekatkan tim layanan ke lokasi kerja pelanggan untuk mempercepat penanganan kebutuhan teknis.

“Dulu kita memang cuma jual. Orang biasanya tidak peduli, pakai, usai, selesai. Tapi sekarang kita harus evolve. Customer minta after sales, minta service. Kita kunjungi customer, bantu operasional mereka. Bukan cuma jualan, tapi kita bantu profit mereka naik,” ujar Joseph.

Ia mengatakan perusahaan juga meningkatkan layanan di berbagai lokasi yang membutuhkan alat berat.

“Service kita memang ditingkatkan, dan kita mau lebih dekat ke customer secara lokasi. Dulu kita lebih banyak di kota-kota. Sekarang kita akan ke lokasi yang ada kebutuhan untuk equipment,” katanya.

Menurut Joseph, kedekatan dengan pelanggan menjadi penting untuk mengurangi potensi downtime dan mempercepat respons teknis.

“Garansi itu bukan sekadar kertas, tetapi komitmen bahwa kami yang akan turun tangan kalau ada masalah di lapangan,” ujarnya.

Jaringan STI Menjangkau Wilayah Tambang

PT San Traktor Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dan jaringan cabang serta service center di sejumlah wilayah yang menjadi pusat aktivitas pertambangan dan perkebunan.

Jaringan tersebut mencakup Pekanbaru, Muara Enim, Palembang, Melak, Balikpapan, Tarakan, Banjarmasin, Tanjong, Sangatta, Makassar, dan Kendari.

Dengan jaringan tersebut, STI berupaya mendekatkan dukungan unit, suku cadang, komponen, serta layanan teknis kepada pelanggan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Bagi Multi Power Group, kedekatan lokasi merupakan bagian dari upaya mengurangi waktu henti operasional. Semakin cepat tim teknis merespons kebutuhan pelanggan, semakin kecil potensi gangguan terhadap kegiatan produksi.

Mulai Kembangkan Teknologi Elektrifikasi

Selain alat berat konvensional, Multi Power Group juga mulai mengembangkan produk yang berkaitan dengan elektrifikasi, salah satunya forklift listrik bersama mitra dan pemasok.

Joseph mengatakan penerapan teknologi baru membutuhkan proses karena pelanggan biasanya membutuhkan bukti sebelum melakukan investasi.

“Untuk produk baru, wajar kalau pelanggan ragu di awal. Karena itu, kami tidak menjual janji. Kami meminta pelanggan mencoba dulu, kami dampingi di lapangan, lalu kita hitung bersama konsumsi energi, biaya perawatan, dan cost per hour dibandingkan unit lama,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar pelanggan dapat menilai efisiensi berdasarkan penggunaan nyata di lapangan.

Meski mengembangkan solusi elektrifikasi, Shantui tetap menjadi salah satu merek utama dalam portofolio STI untuk memenuhi kebutuhan alat berat dengan tuntutan keandalan dan biaya operasional yang kompetitif.

Tentang Multi Power Group

Multi Power Group merupakan grup perusahaan yang bergerak di industri alat berat dan pendukung sektor pertambangan. Grup tersebut menaungi PT Multi Power Aditama, PT San Traktor Indonesia, dan PT Haneagle Heavyparts Indonesia.

Ketiga perusahaan tersebut menyediakan solusi undercarriage, G.E.T, alat berat merek Hyundai, Shantui dan Dongfeng, suku cadang, serta layanan purna jual.

Melalui tema “The Solution for Efficiency”, Multi Power Group menyatakan komitmennya untuk mendukung produktivitas dan efisiensi operasional pelanggan di sektor pertambangan, konstruksi, dan perkebunan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap