Home / Berita / Kasus Pulomas, Hotman Paris: Perbuatan Tersebut Bukan Perilaku Orang Batak
Foto Istimewa: Hotman Paris Hutapea, S.H., M.Kum (Liputan6.com)

Kasus Pulomas, Hotman Paris: Perbuatan Tersebut Bukan Perilaku Orang Batak

Jakarta, sketsindonews – Salah satu pengacara ternama turut angkat bicara, mengenai kasus perampokan yang terjadi di Pulomas, Jakarta Timur, pada Selasa 27 Desember 2016 lalu.

“Saya selaku orang Batak mengutuk kejak perbuatan orang-orang oknum perampokan Pulomas yang kebetulan semua orang batak,” ujar Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M. Hum, di Jakarta, selasa (03/01).

Pengacara kondang yang juga keturunan batak tersebut, meyakini bahwa perbuatan pelaku tersebut bukanlah sifat orang batak. “Kepada masyarakat Indonesia saya yakin bahwa perbuatan tersebut bukanlah sifat prilaku orang batak akan tetapi prilaku oknum pribadi yang juga kelakuan yang sama bisa terjadi di oknum-oknum pribadi di suku lainnya,” terangnya.

Hotman menghimbau kepada teman satu suku oknum batak yang masih aktif dibidang kejahatan perampokan agar menghentikan perbuatan tersebut.

“Hindari timah panas di kepalamu hanya demi mencari makan, sebab Tuhan Maha Pengasih memberi kesempatan luas untuk mencari sepiring nasi dan lauk pauknya,” himbaunya.

“Percayalah sebanyak apapum harta kita, pada akhirnya yang kita makan tiap hari hanya sepiring nasi dan lauk pauk yang biasa cocok sirasa di mulut orang Indonesia. Sisa harya tidak akan dibawa ke liang kubur,” tandasnya. (Eky)

Check Also

Anang Serukan Ubah Tata Kelola Suporter Sepakbola Indonesia

Jakarta, sketsindonews – Tewasnya suporter Jakmania Persija Haringga Sirila akibat pengeroyokan suporter Persib Bobotoh menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Belajar dari peristiwa tersebut harus ada upaya perubahan dalam pengelolaan suporter sepakbola di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengaku prihatin atas tewasnya suporter Jakmania saat laga Persib versus Persija, Minggu (23/9/2018), di Bandung kemarin.

Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan harus melakukan perubahan dalam mengelola suporter sepakbola. “Saya sangat prihatin dan berduka mendalam atas meninggalnya suporter sepakbola. Semoga ini kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang memilukan ini,” ujar Anang di Jakarta, Senin (24/8).

Anang meminta agar aparat penegak hukum dapat menegakkan hukum setegak-tegaknya kepada siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan yang menimpa warga Jakarta tersebut.

Penegakan hukum, kata Anang, cukup penting agar memberi efek jera bagi para pelaku. “Penegakan hukum cukup penting agar tidak terjadi peristwia serupa di kemudian hari,” imbuh Anang.

Lebih lanjut musisi asal Jember, Jawa Timur ini mengungangkapkan harus ada upaya konkret untuk melakukan perubahan dalam tata kelola suporter olahraga khususnya sepakbola di Indonesia.

“Pengelolaan suporter sepakbola harus melibatkan tiga pihak sekaligus yakni organisasi suporter, pemilik klub sepakbola dan pemerintah daerah (pemda). Koordinasi itu sifatnya bukan seremonial, tapi menyangkut pembinaan termasuk diarahkan pada hal-hal kreatif lainnya,” sebut Anang.

Anang menyebutkan jika pengelolaan suprter sepkabola berjalan profesional maka dampak turunannya akan memberi nilai positif baik bagi anggota suporter, organsiasi suporter, klub sepakbola termasuk pemerintah daerah.

“Bisa dibayangkan jumlah suporter yang banyak itu jika energinya dimanfaatkan untuk hal yang positif tentu ini akan memberi nilai tambah yang positif,” tegas Anang.

Dia menyebutkan kegiatan positif dapat diaarahkan pada kegiatan kreatif yang memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil seperti pelatihan ekonomi kreatif bagi anggota suporter yang rata-rata berusia muda dan produktif.

“Mari kita pikirkan untuk mengarahkan mereka pada aktivitas kreatif, mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan, termasuk mendorong lahirnya kreator-kreator baru yang dikolaborasikan dengan hobi olahraganya,” harap Anang.

(Eky)

Terkait

Watch Dragon ball super